Jatuh Bangun Bermain Ski Pertama Kali

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Minggu, 28/01/2018 08:19 WIB
Jatuh Bangun Bermain Ski Pertama Kali Ilustrasi, (Pixabay/stux)
Sahoro, CNN Indonesia -- Bermain ski saat liburan musim dingin menjadi salah satu impian saya yang akhirnya terealisasi awal Desember lalu. Tak tanggung-tanggung, resor mewah ClubMed mengajak saya mencoba bermain ski di dua resornya langsung, yakni Sahoro dan Tomamu, yang berada di Sapporo, Hokkaido.

Untuk pertama kalinya, saya mencoba bermain ski di halaman belakang ClubMed Sahoro, yang berbatasan langsung dengan Gunung Sahoro, salah satu destinasi bersalju di Jepang.

Karena resornya berkonsep inclusive, maka segala biaya sewa alat ski tak perlu dibayar lagi. Tamu hanya wajib mengembalikannya ke ruangan peminjaman dengan utuh.


Peralatan yang dipinjamkan dari ujung rambut sampai ujung kaki, mulai dari helm sampai sepatu. Papan skinya pun tersedia. Jadi, tidak usah pusing mengemas segala barang tebal dan berat di koper saat bermain ski di sini.

Setelah jaket dan celana dikenakan, saya mencari sepatu ski yang pas. Awamnya, kita mencari sepatu yang ukurannya sedikit lebih besar daripada ukuran kaki. Tetapi sepatu ski berbeda, harus mencari yang ukurannya benar-benar pas bahkan cenderung sempit.

Memasukkan kaki ke dalam sepatu saja sudah seperti olahraga sendiri. Sepatu harus dibuka selebar-lebarnya sehingga kaki bisa masuk. Setelah itu, kita wajib memastikan ujung ibu jari menyentuh ujung dalam sepatu.

Sepatu ski memang harus dikenakan seketat mungkin supaya lebih mudah kaki di atas papan. Lagi pula, posisi kaki saat bermain ski tidak lurus. Melainkan sedikit didorong ke depan sehingga ruang jari kaki akan lebih banyak dan tidak terasa sakit.

Rasanya memang sangat tidak nyaman. Namun, salah satu instruktur ski di ClubMed Sahoro, Simon, memberikan trik mengenakan sepatu ski, yakni menghentakkan ujung tumit kaki sehingga ada ruang di depan di depan ujung jari kaki.

Setelah sepatu, hal selanjutnya adalah mencari papan dan stik yang pas, yakni yang sesuai tinggi badan dan berat badan kita.

Sebelum meluncur, Simon mengingatkan saya agar memastikan bahwa lapisan luar celana ski berada di luar sepatu ski agar tidak ada salju yang masuk.

Pengalaman Pertama Kali Bermain SkiUdara dingin dan salju licin menjadi tantangan bermain ski. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)

Percayalah, sangat sulit berjalan normal ketika mengenakan seluruh perlengkapan ski. Rasanya, seluruh berat badan tertumpu di kaki yang terdorong ke depan untuk bersiap menukik.

Di kelas pemula, saya diajarkan memasangkan sepatu ke papan ski yang tidak ada beda antara kanan dan kiri. Sepatu dipaskan bagian tengah papan dan tumit harus menekan sehingga masuk. Hal itu awalnya sedikit sulit sebab salju membuatnya licin.

Setelah itu, semua peserta pemula diminta mencoba berkeliling dengan satu papan. Jika lancar maka bisa berlatih dengan papan lainnya.

Pelajaran mulai menarik ketika Simon membawa saya ke tempat yang lebih tinggi. Di sana saya diajari teknik mengerem luncuran.

Terdengar mudah, tapi tidak sama sekali. Beberapa kali saya jatuh gaya bebas karena tak bisa menyeimbangkan badan.

Jatuh memang menjadi salah satu yang tidak bisa dihindari saat belajar ski. Jika sudah jatuh akan sangat sulit berdiri. Di awal pelajaran, pemula juga diajari teknik berdiri ketika jatuh.

Pertama adalah meletakkan satu tangan di belakang tubuh dan tangan lainnya menumpu beban di stik. Teknik pertahanan diri ini juga sulit dilakukan jika tak terus dilatih.

Cara kedua adalah dengan melepas sepatu ski. Menurut saya ini salah satu yang paling ampuh dan mudah dilakukan.

Opsi pemula lainnya adalah meminta tolong orang lain dan ini menjadi yang paling sering saya lakukan. Kekuatan kaki memang dibutuhkan dalam ski terutama setelah jatuh.

Namun, jatuh di pegunungan salju tidak sesakit jatuh saat bermain rollerskate, skateboard, atau ice skating.

Setelah merasakan juga jatuh di kawasan Tomamu, jatuh di Sahoro terasa lebih aman sebab salju di sana sangat empuk.

Vice President Operations and Sales ClubMed Jean-Charles Fortoul mengatakan, salju di kawasan Sahoro menjadi salah satu terbaik di dunia.

Ia menjelaskan bahwa salju di Sahoro termasuk kategori champagne powder, yang berarti sangat lembut dan kering sehingga sangat cocok untuk ski.

[Gambas:Video CNN]

(ard)