Alasan Elon Musk Jarang Cuti dari Kantor

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 26/01/2018 16:04 WIB
Alasan Elon Musk Jarang Cuti dari Kantor Elon Musk, CEO Tesla dan beberapa perusahaan teknologi lainnya. (REUTERS/Patrick T. Fallon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menjadi milyuner berarti memiliki banyak uang. Namun, belum tentu mereka punya banyak waktu untuk bersantai. Salah satunya yang merasakan hal itu ialah CEO dan inovator teknologi, Elon Musk.

Tak hanya Tesla, saat ini Musk juga sibuk mengurus SpaceX dan beberapa perusahaan teknologi lainnya. Dalam beberapa wawancara, duda berusia 46 tahun ini mengaku bekerja 100 jam setiap minggunya.

Dikutip dari Travel and Leisure, Musk mengaku kalau kesibukannya setiap hari tak bisa membuatnya melakukan perjalanan wisata.


Ia mengaku, pada tahun 2015 hanya memiliki waktu libur dua minggu sebelum proyek SpaceX tahun itu dilaksanakan.

Lucunya, ketika ambil cuti ada saja drama yang dialami Musk.

Pertama, saat ia masih bekerja untuk PayPal. Di tengah waktu liburan, posisinya sebagai bos malah digantikan oleh Peter Thiel.

Perjalanan wisata selanjutnya di Brazil, Musk malah terserang malaria dan hampir tewas.

Liburan berikutnya setelah ia memimpin SpaceX, roket buatannya tiba-tiba meledak.

Musk terakhir kali berwisata pada tahun lalu. Ia ditemani oleh aktris yang merupakan mantan istri aktor Johnny Depp, Amber Heard.

Drama pun masih mengikuti, kali ini gerombolan paparazzi mengacaukan suasana tenangnya.

“Drama yang terjadi membuat saya berpikir dua kali untuk mengambil jatah cuti dari kantor,” kata Musk sambil tertawa.

Meski demikian, Musk masih harus sering ke luar negeri, terutama untuk menjalin hubungan bisnis.

Turki dan China merupakan dua negara yang paling sering didatanginya pada tahun lalu.

Dari studi yang diterbitkan Business Insider, diketahui bahwa rata-rata pekerja di Amerika Serikat hanya mendapat delapan hari libur selama setahun.

Peneliti mengatakan kalau pekerja yang jarang mendapat jatah libur bakal mengalami penurunan kinerja, sehingga perusahaan seharusnya bisa memberi jatah bersantai lebih banyak dari sebelumnya.

Tentu saja tanpa mengganggu sang pekerja yang sedang libur dengan e-mail atau telepon mendadak.

[Gambas:Video CNN]

(ard)