Alasan Duduk Terlalu Lama Dapat Memicu Penyakit Jantung

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Selasa, 30/01/2018 21:00 WIB
Alasan Duduk Terlalu Lama Dapat Memicu Penyakit Jantung Sejumlah peneliti bidang kesehatan menemukan alasan ilmiah di balik anggapan duduk terlalu lama dapat memicu penyakit jantung. (Foto: Thinkstock/Tharakorn)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hingga saat ini, publik meyakini bahwa duduk terlalu lama tak baik bagi kesehatan. Para pekerja dan orang-orang yang duduk lebih dari sembilan jam per hari dinilai memiliki risiko terkena penyakit lebih besar meski disertai dengan olahraga.

Ini termasuk risiko akan penyakit jantung dan diabetes.

Baru-baru ini, peneliti menemukan alasan ilmiah mengapa duduk terlalu lama dapat menyebabkan gagal jantung. Kondisi ini membuat jantung melemah dan tidak bisa memompa darah untuk mengirimkan oksigen ke seluruh tubuh.


Penelitian terbaru yang dipublikasikan di Circulation menemukan bahwa orang yang duduk terlalu lama memiliki jumlah troponin yang tidak baik untuk jantung. Troponin yang berlebihan dapat memicu serangan jantung. Troponin merupakan protein yang diproduksi sel otot jantung saat merasa kesakitan. Ketika serangan jantung terjadi, otot jantung akan memproduksi banyak troponin yang mengalir ke peredaran darah.


Riset ini menguju data dari Dallas Heart Study, pusat pemeriksaan kesehatan jantung dari University of Texas Southwestern Medical Centre, AS. Peneliti mengumpulkan data dari 1.700 partisipan yang tidak memiliki penyakit atau gejala penyakit jantung seperti sakit dada atau sesak napas.

Alat Pelacak 

Sebelum memulai pengujian, partisipan mengikuti uji kardiak dan darah. Peneliti juga memasang alat pelacak selama satu pekan untuk mengetahui kegiatan partisipan. Hasilnya, orang yang duduk 10 jam atau lebih dalam sehari rata-rata memiliki jumlah troponin di atas rata-rata pada darah mereka.

Menurut peneliti, jumlah troponin itu sebenarnya masih berada di bawah indikasi adanya serangan jantung. Namun, jumlah troponin itu cukup banyak untuk bisa mengakibatkan cedera jantung subklinis. Sementara itu, orang yang banyak beraktivitas memiliki level troponin yang normal.


Hubungan duduk dan jumlah troponin tetap kuat ketika peneliti menggabung dengan faktor lain seperti usia, jenis kelamin, berat badan, dan fungsi jantung. Diberitakan The Independent, para ahli menyarankan untuk menyempatkan melakukan aktivitas olah fisik di sela-sela duduk saat bekerja. (rah/rah)