'Cola' Beralkohol Pertama di Dunia Dijual di Jepang

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Jumat, 09/03/2018 09:45 WIB
'Cola' Beralkohol Pertama di Dunia Dijual di Jepang Jepang bakal jadi negara pertama yang mencicipi minuman cola beralkohol. Minuman kaleng itu bakal masuk masuk dalam kategori minuman Chu-Hi di Jepang. (Ilustrasi/Foto: kaicho20/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Negeri Sakura, Jepang bakal jadi negara pertama yang mencicipi minuman cola beralkohol. Minuman kaleng itu bakal masuk masuk dalam kategori minuman Chu-Hi di Jepang.

Chu-Hi merupakan campuran minuman yang diberi rasa buah-buahan dan alkohol berkadar rendah. Satu kaleng Chu-Hi biasanya mengandung antara 3-8 persen alkohol. Tersedia beragam rasa buah seperti stroberi, kiwi, apel hijau, jeruk lemon dan plum.

Minuman Chu-Hi kini memang tengah populer di Jepang dengan julukan lain Japenese Alcopops. Chu-Hi bisa dengan mudah dijumpai di mesim penjual minuman yang tersedia di sepanjang jalan di Jepang.



Chu-Hi terbaru ini menawarkan alkohol dengan campuran cola atau soda. Minuman ini diproduksi oleh produsen minuman ringan Coca-Cola. Ini boleh dibilang minuman ringan beralkohol pertama yang dibuat Coca-Cola selama 125 tahun memproduksi minuman bersoda.

"Kami belum pernah bereksperimen dalam kategori rendah alkohol, tapi ini adalah contoh bagaimana kami terus menggali peluang di luar area inti kami," kata Presiden Coca-Cola Jepang Jorge Garduno dikutip dari AFP, beberapa waktu lalu.

Garduno menjelaskan perusahaannya mencoba peruntungan memasarkan cola beralkohol di Jepang karena budaya masyarakat Jepang yang dekat dengan alkohol. Ditambah, minuman sejenis populer di Negeri Matahari Terbit itu.

[Gambas:Instagram]


Di sisi lain, Garduno menyebut Coca-Cola masih belum berencana memasarkan cola beralkohol ini di negara lain.

"Saya tidak berharap orang-orang di seluruh dunia berharap untuk melihat hal semacam ini dari Coca-Cola. Sementara banyak pasar mirip seperti Jepang, tapi menurut saya budaya di sini masih sangat unik dan spesial, begitu banyak produk yang lahir disini akan tetap di sini," tutur Garduno. (rah/rah)