Kava, Minuman 'Sehat' Bebas Stres Anak Gaul New York

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Jumat, 02/02/2018 22:41 WIB
Kava, Minuman 'Sehat' Bebas Stres Anak Gaul New York Kava kini dimodifikasi jadi Kavatail yakni campuran kava dan cocktail. Selain kavatail, kava juga diubah jadi lebih nikmat dengan tambahan jus buah di dalamnya. (AFP PHOTO / DON EMMERT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga New York yang mengalami stres bisa mengucapkan selamat tinggal pada alkohol dan juga obat terlarang yang kerap dipakai untuk mengurangi rasa sakit dan stres.

Dibanding menggunakan alkohol dan narkotika, kini mereka bisa memilih kava, sebuah minuman yang diklaim bisa meredakan stres.

Kava adalah akar tanaman yang dicampur dengan air dan kemudian disaring untuk dijadikan minuman. Karena berbahan dasar akar, minuman ini mungkin akan terasa seperti air lumpur. Minuman ini sebenarnya bukanlah minuman baru bagi warga New York, tapi rasanya yang seperti air lumpur membuat orang enggan untuk menikmatinya.



Sekarang ini, kava akhirnya diubah menjadi kavatail. Kavatail adalah campuran kava dan cocktail. Selain kavatail, kava juga diubah jadi lebih nikmat dengan tambahan jus buah di dalamnya.

Minuman ini diklaim bisa membantu orang kota berjuang mengatasi kehidupan modern yang sibuk.

Efek dari minuman ini adalah adanya perasaan mati rasa pada bagian lidah dan bibir. Selain itu minuman ini juga diklaim akan memberikan sensasi relaksasi dan euforia.

Kava adalah akar tanaman yang dicampur dengan air dan kemudian disaring untuk dijadikan minuman. Kini itu diracik jadi Kavatail. (AFP PHOTO / DON EMMERT)

"Saya berpikir kalau ini (kava) akan meledak dan saya pikir akan dimulai dari sekarang," kata Harding Stowe, pemilik Brooklyn Kava di New York, dikutip dari AFP.

Kava sendiri sebenarnya punya bagian besar dalam tradisi dan juga upacara di kepulauan Pasifik seperti Fiji. Namun di negara-negara barat, minuman ini dipandang sebagai alternatif minuman keras yang lebih sehat untuk kaum muda yang ingin 'hangout' tanpa mabuk.

"Ini membuat saya santai, tidak seperti alkohol atau narkoba," kata Sabrina Cheng, seorang seniman di Brooklyn.


"Saya memiliki toleransi alkohol yang sangat rendah, tapi dengan minum kava, Anda bisa bertahan di sini sepanjang hari sembari membaca buku, memakai laptop, dan berbincang."

Stowe mengungkapkan bahwa sekarang ini kaum milenial tak lagi terlalu suka pergi minum di bar setiap malam.

"Orang ingin sesuatu yang baru dan mereka ingin sesuatu yang sehat."

Kava berbahan dasar akar sehingga minuman ini mungkin akan terasa seperti air lumpur. (AFP PHOTO / DON EMMERT)

Sisi kecemasan
Kava mulai terkenal di negara-negara Barat sejak tahun 1990. Ledakan produksi kava di tahun itu akhirnya memicu munculnya kava ekspor berkualitas rendah dan publisitas negatif soal hal tersebut.

Sementara itu, FDA pun memberi peringatan soal risiko bahaya cedera hati akibat produk yang terkait produk kava di tahun 2002.

"Tidak seperti di tahun 1990an, pemahaman ilmiah tentang tanaman ini jauh lebih baik, telah dipelajari secara luas dan umumnya dianggap aman dan bermanfaat," kata Zbigniew Dumienski, seorang peneliti di University of Auckland, Selandia Baru.


(chs/chs)