Oslo, Kota dengan Harga Bir Termahal di Dunia

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 13/03/2018 18:14 WIB
Oslo, Kota dengan Harga Bir Termahal di Dunia Ilustrasi. (REUTERS/Michaela Rehle)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi turis yang gemar kongko di bar atau kelab malam, harga satu gelas bir bisa jadi perkiraan ongkos berwisata di suatu kota atau negara.

Dalam daftar yang disusun sepanjang tahun lalu, perusahaan perbankan, Deutsche Bank, merilis daftar mengenai harga rata-rata satu gelas bir (seukuran 500 mL) di berbagai kota di belahan dunia.

Praha (Ceko) menjadi kota di dunia dengan harga bir termurah, yakni seharga US$1,30 (sekitar Rp17 ribu) per gelas.


Kemudian di posisi ke-dua dan ke-tiga ditempati oleh Johannesburg (Afrika Selatan) seharga US1,70 (sekitar Rp233 ribu) dan Lisboa (Protugal) US$2 (sekitar Rp27 ribu) per gelas.

Sedangkan kota di dunia dengan harga bir termahal adalah Oslo (Norwegia), yakni seharga US$9.90 (sekitar Rp136 ribu) per gelas, disusul dengan Singapura US$9 (Rp123 ribu) dan Hong Kong US$7,70 (sekitar Rp105 ribu) per gelas.

Sementara itu harga satu botol bir Jakarta (Indonesia) jauh lebih murah ketimbang Tokyo (Jepang) dan Kuala Lumpur (Malaysia), yakni seharga US$4,20 (sekitar Rp57 ribu) per gelas.

Bukan untuk mabuk-mabukan, minum bir sebenarnya telah menjadi tradisi di beberapa negara.

Sama seperti membatik, pengolahan bir juga dilakukan secara turun temurun di sana.

Jika ingin berwisata kuliner bir, ada sejumlah kota yang bisa dikunjungi karena sarat akan sejarah minuman fermentasi itu, seperti Dublin (Irlandia), Munich (Jerman), Amsterdam (Belanda), Wina (Austria), sampai Sapporo (Jepang).

Tak hanya produksi pabrikan, bir-bir di sana juga diolah dengan cara tradisional di pelosok desanya.

Jika ingin berwisata kuliner bir, ada sejumlah kota yang bisa dikunjungi karena sarat akan sejarah minuman fermentasi itu, seperti Dublin (Irlandia), Munich (Jerman), Amsterdam (Belanda), Wina (Austria), sampai Sapporo (Jepang).

Tahun lalu ramai diberitakan kalau perusahaan bir asal AS, Anheuser-Busch, tengah meneliti jelai yang menjadi bibit bir di stasiun luar angkasa.

Bibit ini digunakan untuk membuat bir Budweiser yang digadang-gadang akan menjadi bir pertama yang bisa ditenggak di luar angkasa.

[Gambas:Video CNN]
(ard)