Ujian Nasional 2018, 78 Persen Berbasis Komputer

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Selasa, 13/03/2018 21:39 WIB
Ujian Nasional 2018, 78 Persen Berbasis Komputer Pelaksanaan UN tahun ini pada April mendatang, terbagi menjadi dua moda yakni kertas dan pensil (UNKP), serta berbasis komputer (UNBK). (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ujian Nasional (UN) 2018 bakal segera digelar pada April mendatang. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan siap menggelar UN di seluruh Indonesia dengan beberapa perubahan dibanding pelaksanaan tahun lalu.

Pelaksanaan UN tahun ini masih terbagi menjadi dua moda yakni kertas dan pensil (UNKP) dan berbasis komputer (UNBK). Selain UN, siswa juga bakal mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN). Data Kemendikbud mencatat UN tahun ini bakal diikuti oleh 8,1 juta peserta didik dan 96 ribu satuan pendidikan.

Metode UN melalui UNBK tahun ini mencapai 78 persen dari seluruh pelaksanaan UN untuk SMK/SMA/MA sederajat dan SMP/MTs sederajat.



"Tahun ini UNBK meningkat signifikan dari tahun lalu. Total 78 persen sudah menyelenggarakan UNBK dan ada 16 provinsi yang siap menyelenggarakan 100 persen UNBK SMA sederajat seperti DKI Jakarta, Aceh bahkan provinsi terbaru Kalimantan Utara," kata Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan Kemendikbud Bambang Suryadi saat konferensi pers persiapan UN di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Selasa (13/3).

Tercatat, sebanyak 6.293.552 peserta didik bakal mengikuti UNBK. Jumlah ini meningkat dari peserta UNBK tahun lalu sebanyak 3,7 juta siswa. Meningkatnya jumlah pelaksanaan UNBK ditunjang dengan adanya penggunaan bersama sumber daya yang tersedia.

"Ada resource sharing misalnya milik SMA digunakan SMK dan sebaliknya, karena jadwalnya berbeda," tutur Bambang.

Pelaksanaan UN untuk SMK digelar pada 2-5 April, sedangkan SMA/MA pada 9-12 April. UN untuk jenjang SMP dilaksanakan pada 23-26 April.

Kemendikbud menyatakan pelaksanaan UNBK lebih efektif dan efisien dibanding UNKP. UNBK dapat menghemat anggaran yang sebelumnya mencapai Rp135 miliar menjadi Rp35 miliar.


"Biasanya penggandaan soal dan distribusi bisa mencapai Rp135 miliar sekarang jadi Rp35 miliar, turun 35 persen," kata Bambang.

UNBK disebut juga efektif meminimalisir kecurangan dan kesalahan yang banyak terjadi saat pelaksanaan UNKP. Walaupun, di sisi lain, hasil dari UNBK cenderung menurun.

"UNBK sangat efektif meningkatkan indeks integritas atau kejujuran dalam UN, tapi selama tiga tahun ini ada penurunan prestasi. Ini masih menjadi tantangan bagi kami," ujar Bambang.

Sementara itu, Kemdikbud menyatakan persiapan penyelenggaraan UNKP yang diikuti oleh 22 persen peserta didik juga berjalan lancar. Distribusi naskah dan penggandaan soal sudah mencapai 100 persen untuk jenjang SMA/MA sederajat dan masih 19 persen untuk SMP/MTs. Pelaksanaan UNKP juga diawasi agar soal tidak tersebar.


Selain itu, pelaksanaan UN tahun ini untuk pertama kalinya bakal mengeluarkan soal isian singkau untuk UN mata pelajaran matematika. Total soal isian singkat itu berjumlah 10 persen dari keseluruhan soal.

Untuk mata ujian peminatan di SMA siswa juga dapat memilih salah satu pelajaran saja yang di-UNkan. Pada peminatan IPA, siswa dapat memilih mata pelajaran biologi, kimia atau fisika. Sedangkan siswa IPS, dapat memilih antara sosiologi, geografi, atau ekonomi. Sejak 2015, hasil UN sudah tidak lagi menentukan kelulusan. Kelulusan ditentukan oleh sekolah. (rah/rah)