Rahasia Stephen Hawking Bertahan Hidup 50 Tahun dengan ALS

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 14/03/2018 15:38 WIB
Rahasia Stephen Hawking Bertahan Hidup 50 Tahun dengan ALS Stephen Hawking (AFP PHOTO / MIGUEL RIOPA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ahli fisika dan kosmologi Stephen Hawking tutup usia pada Rabu (14/3) di kediamannya.

Fisikawan ini memang diketahui mengidap penyakit motor neuron (MND) atau amyotrofik lateral sklerosis (ALS) selama lebih dari 50 tahun.

Hawking pertama kali melihat munculnya gejala-gejala ALS pada saat ia masih kuliah.

"Pada tahun ketiga saya di Oxford, saya menyadari bahwa saya sepertinya menjadi semakin ceroboh, dan saya jatuh sekali atau dua kali tanpa ada alasan apapun," kata Hawking dikutip Washington Post.


Ayah Hawking akhirnya membawanya ke dokter spesialis. Tak lama setelah ulang tahunnya yang ke-21, Hawking didiagnosis mengidap penyakit ALS.

Dilansir dari laman Seeker, ALS merupakan sebuah penyakit neurodegeneratif progresif yang menyerang sel-sel saraf di otak dan tulang belakang. Penyakit ini juga melumpuhkan neuron-neuron motorik yang memerintahkan otot-otot di tubuh untuk bekerja.

Seiring waktu, otak akan kehilangan kemampuannya untuk mengontrol otot. Otot pun mulai mengalami proses atrofi dan menyusut.

ALS juga pada umumnya membunuh pengidapnya lewat dua cara, yakni lewat melumpuhkan otot-otot pernapasan sehingga pasien tidak bisa bernapas, atau melumpuhkan otot-otot menelan sehingga pasien menjadi dehidrasi dan kekurangan nutrisi.

Bayang-bayang kematian pun mulai menghantuinya. Pasalnya, orang-orang yang mengidap ALS biasanya meninggal beberapa tahun setelah didiagnosis. Asosiasi ALS menyebut bahwa lama hidup seseorang yang mengidap penyakit ini rata-rata hanya dua hingga lima tahun.

Sekitar 50 persen lebih bertahan hingga tahun ketiga. Sedangkan 20 persen lainnya bertahan hidup hingga tahun kelima dan kurang dari lima persen bertahan hidup hingga dua dekade.

Namun kasus Hawking berbeda. Kenyataan bahwa Hawking berhasil bertahan hidup lebih dari lima puluh tahun dengan penyakit ALS membuat para dokter dan ahli kesehatan bertanya-tanya.

"(Hawking) luar biasa. Saya tidak tahu siapa pun selain dirinya yang pernah bertahan hidup dengan (ALS) begitu lama," kata profesor neurologi klinis King's College London Nigel Leigh.

Para dokter dan ahli kesehatan juga bukan hanya terkesan akan lamanya Hawking bertahan hidup, namun tingkat stabilisasi penyakit itu sendiri di tubuh Hawking.

Ahli kesehatan lain menyatakan Hawking seakan-akan tidak memiliki penyakit ALS, jika melihat bagaimana cepatnya penyakit tersebut membunuh pasien.

Hanya saja, kata Leigh, orang-orang yang didiagnosis ALS sejak muda memang punya kemungkinan yang lebih besar untuk bertahan hidup lebih lama.

"Kami telah menemukan bahwa pasien-pasien (ALS) berusia muda bertahan hidup lebih baik dan dalam jangka bertahun-tahun--dalam beberapa kasus bahkan lebih dari 10 tahun," ucap Leigh.

Hawking sendiri menyebut bahwa fokus terhadap karya dan pekerjaannya membantu dirinya bertahan lebih lama dengan kondisi tersebut. Hanya saja secara teori belum diketahui apa yang menyebabkan pasien ALS mudah bisa bertahan hidup lebih lama.

"(Pekerjaan) sangat membantu saya (bertahan), dan saya juga telah dirawat dengan begitu baik. Saya juga beruntung bekerja di fisika teoritis, salah satu area di mana disabilitas bukanlah hambatan serius," kata Hawking.

Hawking juga menyarankan orang-orang disabilitas untuk terus berkonsentrasi pada hal-hal yang ditekuni.

"Konsentrasilah pada hal-hal yang tidak dibatasi oleh kondisi disabilitas Anda, dan jangan sesalkan hal-hal yang dihambat oleh disabilitas ANda," ujar Hawking. (ast/chs)