HARI AIR SEDUNIA

Hari Air Sedunia, 7 Fakta Mengejutkan Masalah Air

Elise Dwi Ratnasari | CNN Indonesia
Kamis, 22 Mar 2018 12:23 WIB
Peringatan Hari Air Sedunia jatuh pada hari ini Kamis (22/3). PBB memberi fokus pada Alam sebagai solusi akan masalah air dunia yang mengkhawatirkan. Peringatan Hari Air Sedunia jatuh pada hari ini Kamis (22/3). PBB memberi fokus pada Alam sebagai solusi akan masalah air dunia yang mengkhawatirkan. (Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Seno)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peringatan Hari Air Sedunia yang diusung Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sejak 1993 kembali digaungkan hari ini, Kamis (22/3). Tahun ini, peringatan tersebut memberi perhatian lebih pada Alam sebagai solusi akan berbagai permasalahan air dunia yang makin mengkhawatirkan.  

Mengangkat tema 'Nature for Water', PBB ingin mengajak publik untuk menyadari pentingnya air bersih, dan bagaimana mencari solusi akan berbagai persoalan seperti banjir, kekeringan dan polusi air. Sebab kerusakan ekosistem berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas air yang layak dikonsumsi manusia.

Situs resmi World Water Day menyebut, kini 2,1 miliar orang hidup tanpa air yang aman untuk dikonsumsi sehingga berpengaruh pada kesehatan, pendidikan serta kesejahteraan mereka.



Peringatan World Water Day atau Hari Air Sedunia 2018 dipusatkan di Brazil, yang dianggap sebagai negara dengan air segar di bumi. Gelaran World Water Forum 8 di sana dihadiri lebih dari 40 ribu representatif dari pemerintah, NGO dan perusahaan berbagai negara di dunia.

Forum pun meluncurkan International Decade for Action on Water (2018-2028) plus laporan tahunan. Selain itu, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) merilis 12 Prinsip Tata Kelola Air.

Demi menggugah kesadaran publik akan pentingnya perhatian pada air bersih dan penggunaan air, PBB juga kemudian merilis beberapa fakta mengejutkan akan ketersediaan air bersih dunia saat ini. 


Adapun tujuh fakta yang disampaikan lewat situs resmi World Water Day itu, di antaranya sebagai berikut:

1.  Kesulitan air bersih
Hari ini, sekitar 1,9 miliar orang masih hidup di area sulit air. Diperkirakan pada 2050, angka ini terus meningkat sekitar 3 miliar orang.

2. Kebutuhan air meningkat 
Pada 2050, populasi dunia akan bertumbuh 2 miliar orang dan kebutuhan akan air meningkat 30 persen dibanding hari ini.

3. Penggunaan air terbesar untuk pertanian
Pertanian membutuhkan pasokan air dunia paling besar sekitar 70 persen, kebanyakan untuk irigasi, sementara industri 20 persen yang didominasi energi dan manufacturing, serta 10 persen sisanya untuk rumah tangga, dan proporsi 1 persen untuk minum sehari-hari.


4. Sumber air tak bersih 
Diperkirakan 1,8 miliar orang masih menggunakan sumber air tak bersih atau tanpa perlindungan dari kontaminasi sisa buangan sebagai air minum.

5. Air buangan tak digunakan kembali
Secara global, lebih dari 80 persen air buangan sisa pakai sehari hari kembali lagi ke lingkungan sekitar tanpa pengolahan ulang atau pemanfaatan kembali.

6. Risiko banjir 
Jumlah orang yang berpotensi kena risiko banjir meningkat dari 1,2 miliar orang hari ini ke 1,6 miliar orang di 2050, atau mendekati 20 persen populasi.

7. Degradasi tanah
Sekitar 1,8 miliar orang terkena dampak dari degradasi tanah, dan 64-71 persen area menampung air berkurang sejak 1900 akibat aktivitas manusia.

Dengan berbagai fakta mengkhawatirkan tersebut, PBB mengajak publik untuk sama-sama peduli dengan alam, dan melakukan berbagai upaya pencegahan seperti pembangunan dam, konservasi pertanian, dan pembangunan kota ramah air atau sponge cities. (rah/rah)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER