5 Kebiasaan Sepele Penyebab Kaki Bau

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Jumat, 23/03/2018 18:57 WIB
5 Kebiasaan Sepele Penyebab Kaki Bau Pakai sepatu tanpa kaos kaki, atau kerap memakai sepatu yang sama tak pernah berganti menjadi kebiasaan yang membuat kaki kerap bau. (Ilustrasi/Foto: wokandapix/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pernah 'galau' kala harus melepas sepatu di rumah teman? Rasa tak nyaman ini bukan soal sepatu yang tak menarik atau bingung mau meletakkan sepatu, tetapi takut bau kaki menyeruak saat sepatu dilepas.

Ada banyak faktor yang bisa membuat kaki jadi bau. Salah satunya adalah kebiasaan buruk memakai sepatu tanpa kaos kaki. Selain itu, ada empat kebiasan lain yang kerap tanpa disadari dilakukan.

Jika tak ingin kaki bau, pastikan untuk menghentikan lima kebiasaan sepele berikut ini:



1. Pakai sepatu tanpa kaos kaki

Ada beberapa sepatu yang memang tampak keren saat dipakai tanpa kaos kaki. Mesi tampak fashionable, kebiasaan ini justru membuat kaki jadi bau. Mengenakan sepatu tanpa kaos kaki hanya membuat kaki jadi cepat panas sehingga produksi keringat semakin banyak. Kaos kaki akan membantu kaki 'bernapas' dan mencegah keringat menempel pada kulit kaki sehingga bakteri tak punya waktu untuk berkembang dan membuat kaki jadi bau. Pilih kaos kaki berbahan katun.

Jeffery W. LaMour, podiatris yang berbasis di Texas, Amerika Serikat menyebut tidak memakai kaos kaki akan berpotensi menimbulkan infeksi. Jamur tumbuh dalam gelap dan lingkungan yang lembab termasuk sepatu.

"Untuk menurunkan risiko, gunakan penyemprot antibakteri atau bedak tabur pada sepatu setelah mengenakan mereka. Cuci kaki setiap hari, pastikan keringkan kaki sebelum mengenakan sepatu," kata Jeffery dalam situs drjefflamour.

2. Rajin pakai sepatu yang sama

Memiliki sepatu kesayangan dan nyaman dipakai membuat orang cenderung mengenakannya hampir setiap hari. Kebiasaan mengenakan sepatu yang sama jadi jawaban mengapa kaki selalu bau.

Sepatu menampung keringat yang dihasilkan kaki sehari penuh sehingga bakteri penyebab bau punya lingkungan yang baik untuk berkembang biak. Cegah hal ini dengan memiliki sepasang sepatu alternatif untuk dikenakan bergantian. Satu sepatu 'beristirahat' dan sepatu lain dapat menggantikan.


3. Sepatu tak dibiarkan 'bernapas'

Demi kerapihan rak sepatu, kadang orang meletakkan kaos kaki di dalam sepatu setelah dikenakan. Hal ini membuat sepatu tak punya kesempatan 'bernapas' dan jadi semakin lembab. Setelah dikenakan, biarkan sepatu 'bernapas' bebas atau jika perlu jemur sebentar agar kelembapannya berkurang.

Selain itu, untuk mengurangi bau pada sepatu orang dapat meletakkan bubuk baking soda atau kopi yang sudah dimasukkan ke dalam kantong kain atau kaos kaki lama. Bedak tabur juga ampuh mengurangi bau sehingga sepatu siap dipakai lagi keesokan hari.

4. Tak menjaga kebersihan kaki

Bukan cuma soal sepatu dan kaos kaki, kai yang bebau tak sedap juga bisa berasala dari kurang menjaga kebersihan kaki. Jeffery menyarankan untuk mengenakan sandal saat pergi ke tempat yang lembab seperti kamar mandi, kolam renang umum, atau lokasi lain yang memungkinkan kaki menjadi lembab. Lokasi-lokasi demikian jadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur.

5. Salah makan

Asupan makanan ternyata juga jadi faktor kaki berbau tak sedap. Dilansir dari Smelly Feet Cures, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari demi mengurangi kaki bau yakni, makanan yang tinggi sulfur, makanan manis dan pedas, serta makanan tinggi protein.

Makanan tinggi sulfur misalnya bawang bombay, bawang putih, kubis, kembang kol, bir, the dan kopi. Sedangkan makanan tinggi protein misalnya, telur, ikan dan daging merah. Ketiga jenis bahan makanan ini mengandung kolin dan karnitin. Komponen ini menghasilkan trimetilamin saat dicerna tubuh. Trimetilamin adalah substansi yang memproduksi bau pada ikan. Ikan yang kaya akan kolin antara lain tuna dan salmon. (rah/rah)