Gubernur Anies Anggap Soto Sebagai Ekspresi Budaya

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Rabu, 28/03/2018 00:59 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganggap bahwa soto adalah salah satu ekspresi budaya. ilustrasi soto (Thinkstock/MielPhotos2008)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia punya banyak jenis makanan khas yang populer. Jangan cuma bicara soal rendang yang sudah terkenal di dunia.

Soto adalah salah satu makanan khas Indonesia yang banyak disukai warga Indonesia. Selain karena kuahnya yang segar, soto juga menjadi salah satu jenis makanan berkuah yang bisa dipadukan dengan nasi hangat dan lauk pauk.

Kini, soto menjadi salah satu kuliner khas Indonesia yang dicoba diperkenalkan ke masyarakat luas bukan lagi milik masing-masing daerah. Soto sendiri sebenarnya tak hanya milik satu daerah tetapi juga beragam daerah dengan beragam kreasinya. Hal inilah yang membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganggap soto jadi salah satu ekspresi budaya.


Menurutnya Jakarta jadi tempat bertemunya beragam suku dan budaya. Namun, mulai dari Jakarta keragaman ini bertemu dalam simpul Sumpah Pemuda.

"Simpul kebersamaan mulainya di sini. Sumpah Pemuda di sini. Salah satu ekspresinya dari sisi food. Salah satunya soto. Tiap tempat punya soto," kata Anies dalam sambutannya di gelaran Preview Jakarta Food and Fashion Festival (JFFF) 2018 di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (27/3).

Sejak tahun lalu, soto jadi 'highlight' promosi kuliner Indonesia. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memiliki program untuk mempromosikan Soto 'A Spoonful of Indonesian Warmth' ke dunia. JFFF pun memberikan dukungannya dengan mengangkat soto nusantara sebagai fokus utama Kampoeng Tempoe Doeloe (KTD).


Tak hanya Kudus, Jawa Tengah yang mengenal soto. Padang, Sunatera Barat memiliki soto padang dengan dominasi rasa kencur plus kerupuk merah jambu yang tak boleh ketinggalan. Soto Betawi memiliki bumbu koya yang gurih dan mampu memberikan cita rasa berbeda. Selain itu potongan kentang memberikan sensasi berbeda karena umumnya soto menggunakan bihun.

Meski sama-sama menggunakan koya, soto Lamongan memiliki topping berupa ayam. Topping dan kaldu ayam memperkuat rasa soto.
Ajang perkenalan soto ini pun dimulai dari JFFF dan ajang Asian Games 2018. Anies berkata hasil gelaran JFFF jadi pembuka dalam rangka menyambut peserta Asian Games 2018.

"Kita ingin warga asia yang ke Jakarta mendapat kesan yang positif," tambahnya.


(chs/ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK