Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Kemdikbud Suharti mengatakan upaya itu dilakukan dengan memberi bobot penilaian lebih besar pada peserta yang berasal dari daerah tertinggal.
"Kalau menggunakan penilaian yang sama, pasti kalah dari pelamar dari Jawa dan Bali," kata Suharti seperti dikutip Antara, Kamis (29/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suharti juga mengatakan jumlah pelamar beasiswa dari dari daerah 3T sangat sedikit tanpa merinci jumlahnya.
Lihat juga:Ada Apa dengan Pendidikan di Indonesia? |
"Beasiswa ini diberikan untuk mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan bantuan pendidikan dan pelatihan baik melalui jalur gelar maupun non gelar," ujar Suharti.
Suharti menjelaskan beasiswa tersebut diutamakan untuk bidang-bidang yang relevan pada pengembangan pendidikan dan kebudayaan. Bidang prioritas tersebut yakni pendidikan (Pendidikan PAUD, Pendidikan PGSD), kurikulum dan pedagogi, manajemen dan kebijakan Pendidikan, Perfilman, seni pertunjukan, seni musik, kebudayaan, perpustakaan, arkeologi (Permuseuman), teknologi informasi, kebijakan publik, pariwisata, industri kreatif, teknologi pangan, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), maritim, pertanian, dan energi.
Seleksi tahap satu dan dua dilakukan pada 20 April sampai dengan 14 Mei 2018. Sedangkan pengumuman pada 15 Mei 2018.
Untuk keterangan lebih lanjut dan pendaftaran bisa dilihat di https://buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/. (yns)