Wawancara Eksklusif

Pertarungan Nicholas Tse di 'Dunia Balik Kompor'

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Sabtu, 07/04/2018 09:07 WIB
Pertarungan Nicholas Tse di 'Dunia Balik Kompor' Nicholas Tse (Dok. Fox)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama Nicholas Tse terkenal sebagai seorang aktor film laga dari Hong Kong.

Kemunculan Tse di dunia hiburan di tahun 1996 sebagai seorang penyanyi. Dua tahun berselang, di tahun 1998, dia mulai merambah ke dunia film dengan debut film Young and Dangerous: The Prequel.

Dari debut film ini dia pun mendapatkan penghargaan sebagai Hong Kong Film Award for Best New Performer. Sementara itu, di tahun 2014, dia pun banting setir dari dunia akting dan menjadi chef serta kritikus makanan.


"Saya mulai memasak sejak tujuh tahun lalu setelah saya melihat acara televisi tentang pastry," ungkap Tse kepada CNN Money.

"Acara tersebut mengatakan bahwa membuat souffle atau profiterole adalah hal yang paling sulit di dapur. Itu menginspirasi saya untuk membuatnya."


Dunia kuliner yang mulai dijajakinya pun membuatnya dia membuka sebuah bakery, Chef Nic's Cookies di Hong Kong dan membuat acara televisi kulinernya Chef Nic. 

Tse pun sempat beradu peran dalam film Asia bergenre kuliner Cook Up a Storm bersama pentolan boyband Korea CNBlue Jung Yong Hwa. Film ini mengisahkan tentang pertarungan antara koki jalanan yang memiliki teknik memasak hebat (Nicholas Tse) dengan koki jebolan sekolah kuliner Perancis dan memiliki bintang Michelin, Paul (Jung Yong Hwa). 

Kini, mantan suami Cecilia Cheung ini pun memiliki acara kuliner televisinya sendiri di layanan televisi berbayar Fox. Celebrity Chef: East Vs. West bersama penulis buku kuliner, koki selebriti, dan pembawa acara kuliner David Rocco.

CNNIndonesia.com pun berbincang dengan Nicholas Tse perihal kecintaannya pada dunia kuliner dan juga acara kuliner terbarunya.

1. Apa alasan Anda banting setir dari dunia akting menjadi chef?

Nicholas Tse (NT): Anda bisa mendengar lagu yang saya buat, menonton film yang saya mainkan, tapi Anda tak bisa mencicipi makanan yang saya buat.

2. Apakah Anda selalu memasak untuk keluarga dan teman? Punya makanan yang jadi ciri khas?

NT: Saya akan memasak untuk mereka kapan pun saya pulang dan mereka datang ke rumah.

Jenis makanan yang mereka paling sukai? Mereka mencoba semua jenis makanan karena saya selalu mengubah gaya memasak saya.

Nicholas Tse saat masih berkarier sebagai aktor dan penyanyiFoto: Lion C via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-2.0)
Nicholas Tse saat masih berkarier sebagai aktor dan penyanyi

3. Sebagai chef dari Asia, adakah stereotipe makanan China yang ingin Anda ubah?

NT: Ini klise tapi ada banyak koki barat yang menganggap bahwa makanan China sebagai makanan yang punya bumbu kuat dan berminyak.

Jadi lewat gaya dan teknik memasak fusion makanan saya, saya berusaha untuk membuktikan kepada orang di seluruh dunia bahwa makanan China bisa trendi sekaligus sehat.

4. Apa alasan Anda mau bergabung dalam acara ini?

NT:  Chef Nic (acara TV Nicholas Tse sebelumnya) adalah salah satu acara memasak yang terkenal di China. Ada banyak orang yang bertanya 'Apa kamu benar-benar Nicholas?' (dan ada juga yang bertanya) 'Mengapa kamu mau bertaruh melakukan ini dan membahayakan reputasi (sebagai aktor dan penyanyi demi jadi chef di acara baru)?

Tentu saja, saya tidak akan mau berperang kalau saya tak punya kesempatan untuk menang. Ini alasan saya mau bertaruh untuk membuktikan pada diri sendiri dalam acara yang bukan diproduseri sendiri, dan aturannya diatur orang lain dan makanannya dicicipi oleh pihak ketiga.

5. Dalam acara Celebrity Chef: East Vs West, Anda harus berkompetisi di lima kota berbeda. Lalu bagaimana Anda mempersiapkan masakan di setiap lokasi?

NT: Saya akan mencari beberapa makanan lokal terkenal atau bahan makanan sebelum mengunjungi setiap tempat. Bagaimana pun ini adalah sebuah kompetisi jadi saya harus mempersiapkan diri.

Jadi saya akan mulai membuat sebuah makanan dengan menggabungkan makanan lokal sebanyak mungkin. Saya selalu menuliskan semua makanan dan mengubahnya menjadi versi makanan fusion saya sendiri.

6. Dalam acara ini, Anda harus menciptakan makanan baru dari makanan lokal yang disediakan juri. Tapi Anda harus mengandalkan lidah karena mencicipi makanannya dengan mata tertutup. Bagaimana rasanya mencicipi makanan dengan mata tertutup?

NT: Kedengarannya makan dengan mata tertutup itu mudah, tapi ini lebih sulit ketika Anda benar-benar mencobanya. Ketika Anda mencicipi makanan dengan mata tertutup, ada banyak bahan-bahan aneh yang muncul ke kepala Anda, dan tak mudah untuk mengingatnya.

Saya hanya menggunakan indera perasa untuk menemukan bahan utamanya, sisanya, saya hanya menebaknya dengan tangan. Misalnya nasi, quinoa, couscous.

7. Bagian mana yang paling menantang selama kompetisi?

NT: Di satu sisi David Rocco adalah seorang koki terkenal, di sisi lain kami harus mencicipi berbagai makanan berbeda dengan mata tertutup, diikuti dengan membuat makanan versi kami masing-masing. Hal ini meningkatkan kesulitan (memasak) secara keseluruhan.


8. Dalam acara ini Anda mewakili negara timur (East) dan David Rocco dari barat (West). Bagaimana gaya memasak kalian berdua?

NT: Saya pikir David adalah orang yang bersahabat karena kami sama-sama pernah tinggal di Kanada sebelumnya. Saya menemukan, dalam beberapa kasus, ada kesamaan cara berpikir dan juga perilaku memasak.

Tentu saja, masih ada perbedaan gaya memasak kami. Buat saya, saya membuat makanan dengan bentuk yang lebih kompetitig, sedangkan David membuat makanan yang lebih bergaya Italian, rustic, dan 'polos.'

9. Bicara soal David Rocco, bagaimana pendapat Anda tentang dia?

NT: Ini adalah pertama kalinya saya bertemu David Rocco, tapi saya sudah menonton beberapa acaranya dulu. Saya pikir acaranya sangat bagus dan dia juga pandai menangkap cita rasa makanan dari seluruh dunia.

Saya sangat menghargai ini karena ada banyak negara di timur atau tempat-tempat yang belum dia kunjungi sebelumnya.

10. David Rocco sebelumnya sudah terkenal lebih dulu sebagai seorang koki selebriti, apakah Anda pikir ini akan memberinya lebih banyak keuntungan?

NT: Saya bisa bilang kalau keuntungannya adalah karena dia sudah memasak lebih lama dibanding saya, karena dia bilang sudah mulai memasak sejak usia yang sangat muda bersama neneknya. Dan ini memang tradisi orang Italia untuk memasak bersama sebagai keluarga. Jadi dia pasti lebih berpengalaman di dapur dibanding saya.


(chs/chs)