Tak Lagi 'Kucing-kucingan' Pesan Grab di Bandara Ngurah Rai

ANTARA, CNN Indonesia | Selasa, 10/04/2018 16:44 WIB
Tak Lagi 'Kucing-kucingan' Pesan Grab di Bandara Ngurah Rai Ilustrasi. (REUTERS/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan transportasi berbasis aplikasi dalam jaringan, Grab, menggandeng Koperasi Pengelola Hotel dan Restoran Indonesia (Kophrindo) untuk mendirikan tempat penjemputan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Titik bertemu tersebut didirikan di area kedatangan domestik, setelah melalui kerja sama dengan Kophrindo Bandara I Gusti Ngurah Rai yang telah dijalin sejak Desember 2017.

"Fasilitas ini untuk mempermudah bertemunya mitra pengemudi kami dengan pelanggan yang menggunakan layanan Grabcar ketika mereka tiba di Bali," kata Direktur Pelaksana Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, seperti yang dilansir dari Antara pada Selasa (10/4).


Di gerai berwarna hijau putih itu, lanjut Ridzki, wisatawan dapat langsung memesan kendaraan untuk menuju destinasi yang dituju dan mendatangi lapak Grab untuk bertemu mitra pengemudi.

Petugas resmi di gerai itu akan membantu para penumpang dalam proses pemesanan kendaraan sekaligus menginformasikan sejumlah paket tur yang disediakan Kophrindo.

"Kehadiran gerai ini kami harapkan dapat membantu menopang infrastruktur transportasi di Bandara Ngurah Rai, sekaligus memberikan lebih banyak pilihan moda tranportasi bagi para wisatawan," kata perwakilan Kophrindo Weri Sulasmiaty.

Berdasarkan data Mastercard Index of Global Destination Cities 2017, Asia Tenggara terus berkembang menjadi destinasi tujuan utama para wisatawan dari seluruh dunia.

Hadirnya Grab di 196 kota di seluruh Asia Tenggara menjadikan Grab sebagai aplikasi transportasi terdepan yang memudahkan aktivitas para wisatawan di kawasan tersebut, terlebih perusahaan jasa itu kini telah mengakuisisi perusahaan serupa yakni Uber.

Sebelum tempat penjemputan diresmikan, untuk menggunakan jasa Grab di Bandara Ngurah Rai wisatawan harus "kucing-kucingan" dengan supir taksi dan supir mobil sewa setempat.

Pasalnya, saat itu masih banyak pihak yang belum menerima kehadiran jasa transportasi berbasis aplikasi.

Selain di bandara, "penolakan" juga terasa di sejumlah kawasan lain di Bali, seperti Seminyak dan Canggu.

Di kawasan tersebut sampai ada spanduk yang mengimbau agar segala jenis transportasi online, seperti Grab dan Gojek, dilarang beroperasi.

(ard)