'Kisah Sedih' di Balik Terciptanya Cokelat Hazelnut Gianduja

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Kamis, 03/05/2018 18:55 WIB
'Kisah Sedih' di Balik Terciptanya Cokelat Hazelnut Gianduja Meski menghasilkan rasa yang enak, tapi paduan cokelat dan hazelnut atau gianduja ini dianggap biasa, padahal ada kisah di baliknya.(Thinkstock/victoriya89)
Jakarta, CNN Indonesia -- Cokelat dengan tambahan kacang hazelnut atau gianduja dianggap sebagai salah satu varian kombinasi cokelat paling klasik namun juga digemari sampai saat ini.

Meski menghasilkan rasa yang enak, tapi paduan ini dianggap biasa, padahal ada kisah di baliknya.

"Perkawinan cokelat dan hazelnut terjadi karena menyiasati stok cokelat yang sedikit," kata chocolatier Magnum, Chef Charins Chang saat peluncuran varian baru es krim Magnum di Studio 6 Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (2/5).



Kekurangan cokelat memaksa pengrajin untuk kreatif. Akhirnya mereka mencampur cokelat dengan hazelnut lokal demi memenuhi kebutuhan cokelat.

Kekurangan stok cokelat ini terjadi karena adanya peperangan di era Napoleon Bonaparte (1803-1815). Perang ini membuat kondisi negara-negara perang menjadi goyah termasuk 'menggoyahkan' stok cokelat di Turin, Italia.

Mengutip dari Browsing Italy, Turin jadi kota produsen cokelat terbesar di Eropa sejak 1678. Dalam sehari, Turin mampu memproduksi 350 kilogram cokelat. Selain dikonsumsi sendiri, cokelat Turin diekspor ke berbagai negara seperti Austria, Swiss, Jerman dan Perancis.

Untuk menyiasati kekurangan cokelat inilah, pembuat cokelat memutar otak untuk menjamin suplai makanan manis ini tetap ada.

"Mereka mencampur cokelat dengan pasta hazelnut yang dikenal sebagai gianduja," kata Charins.

Gianduja ini terbuat dari 70 persen campuran cokelat manis dan 30 persen pasta hazelnut.

Tak cuma dalam bentuk batangan, gianduja juga dibuat dalam bentuk misalnya selai atau olesan.


Hazelnut, lanjutnya, yang dipanggang memiliki aroma yang sedap dan rasa yang gurih. Sedangkan cokelat memiliki rasa pahit dan manis sehingga paduan keduanya bisa menciptakan rasa yang kaya.

Sensasi manis cokelat dan gurih kacang hazelnut serta kombinasi teksturnya pun membuat cokelat hazelnut atau gianduja ini jadi rasa klasik favorit sampai saat ini.

"Ini buttery, creamy dan velvety. Kombinasi yang bagus," imbuhnya.

Hingga kini, paduan cokelat dan hazelnut terus dipakai para chocolatier atau ahli cokelat di seluruh dunia. Charins menambahkan campuran cokelat dan hazelnut tak akan lekang oleh waktu alias timeless.

Perpaduan kedua bahan ini akan sempurna jika menggunakan yang berkualitas. Charins menuturkan, cokelat dari Belgia adalah satu dari sekian jenis cokelat terbaik di dunia. Sedangkan hazelnut Turki dirasa memiliki kualitas terbaik. Paduan keduanya bakal sempurna.

"Citarasa keduanya begitu sempurna dan saling melengkapi," ujarnya. (chs/chs)