Pria Penikmat Senja yang Sebatang Kara di Pulau Indah

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 11/05/2018 04:54 WIB
Pria Penikmat Senja yang Sebatang Kara di Pulau Indah Ilustrasi. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sudah hampir 30 tahun Mauro Morandi menatap matahari terbit dan terbenam di Laut Mediterania. Pemandangan itu tak pernah membuatnya bosan dan ia tak pernah membagi pemandangan itu dengan orang lain.

Pria asal Italia yang telah berusia 79 tahun itu memang hidup sebatang kara di pulau indah Isle of Budelli yang berada di kawasan perairan Maddalena, Italia.

Ia pertama kali menginjakkan kaki ke sana pada tahun 1989 dan langsung jatuh cinta hingga zaman berganti.


Alasan awal Morandi menyindiri di sana karena ia bosan dengan suasana perkotaan. Ternyata pemandangan di rumah barunya membuat dirinya sepakat dengan alam.

Sejak beberapa tahun yang lalu Morandi membagi pengalaman hidupnya di media sosial, seperti Twitter, Facebook dan Instagram.

Netizen lalu ramai membicarakan dirinya, lebih banyak yang iri hati karena ia dianggap memiliki kebebasan hidup yang hakiki.

Salah satu pantai yang paling sering diungkap Morandi ialah pantai La Spiaggia Rosa. Pantai dengan pasir berwarna putih kemerahan ini kini ramai didatangi turis.

"Saya pribadi pecinta kebebasan. Saya pertama kali kabur dari rumah pada usia sembilan tahun," kata Morandi.

"Saya sering ikut demonstrasi, tapi kemudian saya berpikir kalau politik sangat dekat dengan senjata api dan saya benci senjata api, sehingga saya memutuskan mundur dari dunia aktivis," lanjutnya.

[Gambas:Instagram]

Budelli bukan sebuah pulau tanpa pemilik. Sebelum Morandi datang, pulau ini sempat berganti kepemilikan berulang kali, hingga akhirnya pemerintah setempat menugaskan dirinya untuk menjaga pulau ini.

Tahun-tahun awal Morandi hidup di pulau itu, ia tak ingin mengungkap keindahannya kepada orang lain. Jika ada turis yang datang, ia tak mau menunjukkan objek wisata lain yang menarik di sekitar kawasan itu.

Pemikiran egois lama kelamaan membuat dirinya kesepian. Morandi lalu mulai mengenalkan pulau yang menjadi teman hidupnya itu ke media sosial.

"Saat ini jika ada turis yang datang akan saya ajak berkeliling. Saya juga mulai mengajak anak kecil bercanda," kata Morandi yang diikuti tawa.

Walau sudah membuka diri kepada turis, Morandi tetap menetapkkan aturan tegas kepada mereka mengenai kelestarian alam. Ia tak ingin pulaunya diserbu wisatawan yang tak bertanggungjawab.

"Saya tak pernah merasa kesepian karena saya ditemani oleh segala macam keanekaragamanhayati di sini. Oleh karena itu saya tak ingin pulau ini rusak," pungkasnya.

[Gambas:Instagram]

(ard)