Usai Merapi Erupsi, Pariwisata Yogyakarta Disebut Sudah Oke

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Minggu, 13/05/2018 02:16 WIB
Usai Merapi Erupsi, Pariwisata Yogyakarta Disebut Sudah Oke Warga melihat letusan freatik Gunung Merapi dari Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (11/5). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Erupsi Gunung Merapi, Sleman, Yogyakarta, Jumat (11/5), disebut tak mengganggu pariwisata di Yogyakarta dan sekitaranya. Respons cepat dari instansi terkait dianggap punya peran penting.

"Yogyakarta sudah normal, sudah oke untuk dikunjungi, silakan berwisata dan mengeksplorasi Kota Gudeg Yogyakarta. Akses ke Yogya pun sudah kembali normal, bisa ditempuh dengan jalur udara, kereta, dan mobil atau darat," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Jakarta, Jumat (11/5), dalam siaran persnya.

Menpar menambahkan bahwa atraksi pariwisata di Yogyakarta pun sudah kembali normal. Ia juga meminta masyarakat untuk berwisata dengan tenang.

"Amenitas di Yogya normal. Silakan ke Yogya, hotel, homestay, resort, restoran, semuanya beroperasi seperti biasa," aku dia.

Terkait kondisi Merapi, ia mengatakan bahwa gunung tersebut sudah dalam kondisi normal. Pendakian pun sudah bisa dilakukan hingga batas Pasar Bubrah, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian mitigasi bencana.

"Merapi sendiri sudah clear. Otoritas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sejak pagi sudah menetapkan bahwa aktivitas Merapi sudah normal", terang Arief.

Bandara Adisutjipto, Sleman, DI Yogyakarta, dibuka kembali pascaletusan Merapi, Jumat (11/5).Bandara Adisutjipto, Sleman, DI Yogyakarta, dibuka kembali pascaletusan Merapi, Jumat (11/5). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Ia juga mengapresiasi kesiapan dan respons cepat yang diambil oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kementerian Perhubungan, instansi terkait, dan masyarakat setempat dalam menyediakan informasi terkini. "Sehingga aktivitas berwisata pun kembali normal," imbuhnya.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menginstruksikan para pihak dalam penerbangan di Yogyakarta dan daerah lain yang terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Abu vulkanik tersebut dapat mengganggu penerbangan pesawat dan aktivitas di bandara. Untuk itu saya instruksikan agar semua stakeholder, baik itu maskapai, AirNav, pengelola Bandara, dan Otoritas Bandar Udara, untuk meningkatkan kerjasama dan tetap mengedepankan keselamatan penerbangan. Jangan memaksakan untuk memberi izin dan melakukan penerbangan bila masih ada debu vulkanik di jalur penerbangannya," urai dia.

Sebelumnya, Merapi mengalami erupsi pada Jumat (11/5) pada pukul 07.40 WIB. Ketinggian erupsi mencapai 5,5 kilometer dengan letusan selama 5 menit. Erupsi berlangsung satu kali dan tidak diikuti oleh erupsi susulan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa Gunung Merapi tetap dalam status normal. Meskipun demikian, abu vulkanik yang menghujani daerah sekitar membuat PVMBG mengeluarkan VONA Merah yang mengakibatkan penutupan bandara internasional Adi Sucipto dari pukul 10.42 WIB hingga pukul 16.30 WIB.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi PVMBG, Hanik Humaida, mengatakan aktivitas Gunung Merapi sudah mereda.

"Letusan yang terjadi saat ini merupakan letusan minor yang dipicu akibat akumulasi gas vulkanik dan kemungkinan tidak akan diikuti oleh erupsi lebih lanjut," kata Hanik.


(arh/arh)