"Kegempaan yang terjadi tidak menunjukkan peningkatan tekanan dalam magma. Temperatur kawah dua jam sebelum terjadi erupsi ada peningkatan itu pun sudah menurun kembali. Dua jam sebelum erupsi meningkat di atas 150°C. Siang ini menurun sekitar 50° C," kata Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Kasbani di Bandung, Jumat (11/5).
Berdasarkan pengamatan visual, lanjut dia, erupsi Gunung Merapi terjadi pada pukul 7.40 WIB pagi tadi diawali dengan suara gemuruh kecil. Getaran sempat terasa di seputar Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan dengan durasi selama 10 menit. Sementara ketinggian kolom erupsi mencapai 5,5 kilometer di atas puncak gunung yang memiliki tinggi . Terjadi hujan abu dan pasir tipis di sekitar Pos Pengamatan Merapi Kaliurang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasbani menjelaskan, aktifitas freatik terjadi karena tekanan gas dan uap tidak terkait dengan aktivitas magmatik, sehingga erupsi berwarna putih.
Status Gunung Api
Sebelum erupsi freatik ini terjadi, lanjut Kasbani, jaringan seismik Gunung Merapi tidak merekam adanya peningkatan kegempaan.
"Pasca erupsi, kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan dan suhu kawah mengalami penurunan. Status aktivitas Gunung Merapi hingga saat ini masih ditetapkan Level I (Normal)," jelasnya.
Hingga saat ini status aktivitas Gunung Merapi masih dinyatakan dalam tingkat normal. Meski sudah mereda, Kasbani menyatakan masyarakat agar tetap tenang.
Terkait kegiatan pendakian, PVMBG merekomendasikan hanya sampai di pos Pasar Bubrah, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
Kondisi morfologi puncak Gunung Merapi saat ini rawan terjadi longsor, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan para pendaki.
"Walau status normal, rekomendasi kita sampai di Pasar Bubrah atau dua kilometer dari puncak tidak boleh ada aktivitas pendakian," tegasnya.
Kasbani menambahkan, selain hari ini erupsi freatik kali terakhir terjadi di Gunung Merapi adalah pada 2014 silam.
"Letusan terakhir 2014 sama dengan kejadian sekarang ini hanya sesaat. Itu dikarenakan di bawah kantong magma masih belum penuh," paparnya. (hyg/kid)