Kegiatan perjalanan wisata pengenalan atau famtrip obyek wisata di kawasan Candi Borobudur, akan berlangsung selama enam hari mulai dari 27 Mei hingga 1 Juni 2018.
Sebanyak 16 orang yang terdiri dari pemuka agama Budha (biksu) dan jurnalis dari Thailand dan Vietnam diundang untuk mengikuti kegiatan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini ditujukan untuk meningkatkan kunjungan umat Budha sebagai wisman datang ke Indonesia," kata Pitana, dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (27/5).
Perjalanan wisata pengenalan perayaan Waisak dimulai dengan prosesi arak-arakan dari pelataran Candi Mendut yang terbagi dalam tiga tahapan yaitu: Pertama, pengambilan air berkat dari mata air (umbul) Jumprit di Kabupaten Temanggung dan penyalaan obor menggunakan sumber api abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan.
Kedua adalah ritual Pindapatta, yaitu pemberian dana makanan kepada para biksu oleh masyarakat (umat) untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan kebajikan.
Ketiga adalah ritual Samadhi pada detik-detik puncak bulan purnama.
Penentuan bulan purnama berdasarkan perhitungan falak sehingga puncak purnama bisa terjadi pada siang hari.
Selain kawasan Candi Borobudur, sembilan orang biksu dan enam orang jurnalis tersebut dijadwalkan mengunjungi obyek wisata di sekitar Magelang dan Yogyakarta seperti; Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Ratu Boko, Desa Wisata Candirejo, Omah Kecebong Tourism Village, Keraton dan Taman Sari Yogyakarta, dan Malioboro. (agr)