FOTO: Genderang Perang Melawan Plastik dari Sudut-sudut Dunia

Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 02/06/2018 14:34 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Keluarga-keluarga di berbagai negara coba memerangi sampah plastik dengan berbagai cara. Mulai dari menggunakan sikat gigi dari bambu, hingga minim belanja.

Laura Barrado dengan keluarganya di Madrid, Spanyol, menunjukkan sampah plastik yang mereka kumpulkan selama satu pekan.
Sementara itu, keluarga Mughda Joshi (kanan) dan suaminya (kiri) berupaya mengurangi plastik dengan menggunakan sikat gigi dari bambu, serta sampo batangan ketimbang sampo dalam botol plastik. Mereka juga menghindari beli sayuran di supermarket karena sudah dikemas dalam plastik. (REUTERS/Danish Siddiqui)
Keluarga Natalia Lyrtsis di Yunani coba menghindari plastik dengan menanam berbagai tumbuhan di balkon rumah, serta membeli produk-produk yang terbuat dari material daur ulang. Sampah plastik telah menjadi masalah akut bagi bumi dengan delapan ton sampah plastik setiap tahun dibuang ke lautan. (REUTERS/Alkis Konstantinidis)
Dengan mengumpulkan sampah plastik selama seminggu keluarga Compas Ponce di Arriate, Spanyol, coba menambah kesadaran mereka sehingga jumlahnya berkurang setiap pekan.
Keluarga Downie di Skotlandia dengan sampah plastik yang mereka kumpulkan selama sepekan. Plastik tidak terurai sehingga memiliki dampak jangka panjang bagi lingkungan. Bahkan plastik yang sudah didaur ulang pun masih mengandung nilai bahaya. (REUTERS/Russell Cheyne)
Keluarga Alexander Raduenz (kedua dari kiri) di Berlin, Jerman, bersama pasangannya, Berit, dan kedua anaknya dengan sampah-sampah plastik mereka. Alexander berjanji untuk mengurangi jejak karbon mereka sebanyak mungkin dan menggunakan alternatif selain plastik. (REUTERS/Hannibal Hanschke)
Keluarga Tatiana Schnittke (kiri) dan Yaniv Ben-Dov di Tel Aviv, Israel, juga coba memerangi sampah plastik. Mereka berpendapat cara paling ampuh adalah dengan mengurangi drastis pembelian.
Roshani Shrestha (kedua dari kiri) dan suaminya Indra Lal Shrestha serta kedua putranya di Kathmandu, Nepal, bersama limbah plastik mereka. Mereka mengembalikan plastik pada penjual sayur agar bisa digunakan kembali ketimbang menggunakan yang baru. (REUTERS/Navesh Chitrakar)
Di Singapura, Audrey Gan (tengah) dan suaminya Leow Yee Shiang juga berjuang mengurangi konsumsi plastik. Mereka mulai menyadari perlunya pengurangan sampah plastik karena ajaran agama Budha bahwa plastik melukai mahluk hidup di atas bumi. (REUTERS/Feline Lim)
Gaspar Antuna (kiri) dan Elena Vilabrille di Madrid, Spanyol, menyoroti minimnya informasi soal hal-hal yang bisa masyarakat lakukan untuk mengurangi sampah plastik.
Brandy Willbur (kedua dari kiri) bersama keluarganya. Brandy coba memerangi sampah plastik dengan menggunakan botol air minum dari stainless steel ketimbang plastik, serta selalu membawa gelar mereka sendiri ketika datang ke kedai kopi. Ia juga menolak pembungkus plastik serta sedotan. (REUTERS/Brian Snyder)