Studi: Milenial Lebih Stres di Kantor Dibanding Usia Lain

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Senin, 04/06/2018 20:44 WIB
Studi: Milenial Lebih Stres di Kantor Dibanding Usia Lain ilustrasi:Generasi milenial merasakan tekanan atau stres lebih besar ketimbang kelompok usia lain yang jauh lebih tua di tempat kerja. (Thinkstock/Dolgachov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Generasi milenial merasakan tekanan atau stres lebih besar ketimbang kelompok usia lain yang jauh lebih tua di tempat kerja.

Kaum milenial merupakan generasi yang lahir di antara tahun 1980-an dan 2000-an. Kelompok usia itu kini mulai memasuki tempat kerja.

Penelitian terbaru dari Mental Health Foundation (MHF) menemukan generasi milenial lebih stres dibandingkan kelompok usia lain yang lebih tua seperti generasi X.



Studi itu menemukan sebanyak 28 persen generasi milenial yang berada dalam rentang usia antara 18 hingga 38 tahun merasa lebih tertekan dibandingkan rekan kerja yang lain. Sementara pada Gen-X yang yang berusia antara 53 hingga 71 tahun, stres hanya dirasakan oleh sekitar 12 persen saja.

Sebanyak 34 persen kaum milenial juga merasa stres membuat mereka kurang produktif di tempat kerja. Sedangkan hanya 19 persen kelompok usia yang lebih tua merasakan hal serupa.

Secara keseluruhan, survei yang dilakukan pada sekitar 4.500 orang itu juga menemukan hanyya 14 persen saja yang nyaman berbicara tentang stres mereka dengan manajer.

Menurut Juru bicara MHF Richard Grange, tingginya tingkat stres pada generasi milenial disebabkan oleh tekanan yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.

"Milenial cenderung memiliki kontrak kerja yang tidak aman, upah rendah dan beban kerja tinggi. Tekanan yang mereka hadapi sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya," kata Grange kepada The Times.


Grange menjelaskan pekerjaan yang baik dapat menciptakan rasa aman sehingga dapat meningkatkan kesehatan mental. Sebaliknya, kondisi kerja yang buruk dan tidak aman justru dapat menggerogoti kesehatan mental.

Berdasarkan laporan Independent, studi ini merupakan lanjutan dari laporan MHF yang mengungkap sepertiga orang di Inggris pernah merasa ingin bunuh diri akibat stres yang tinggi. Dalam laporan itu MHF menyerukan perubahan sosial dalam menangani kesehatan mental bersamaan dengan cara memperlakukan pekerja karena kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. (chs/chs)