Negev, Kawasan Wisata Gurun Kebanggaan Israel

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 06/06/2018 16:28 WIB
Negev, Kawasan Wisata Gurun Kebanggaan Israel Tebing Ramon di Negev, Israel. (REUTERS/Amir Cohen)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di tengah drama Jalur Gaza dan penolakan kunjungan warga negara Indonesia, Israel sebenarnya berharap banyak terhadap industri pariwisatanya.

Sepanjang tahun lalu sebanyak 3,6 juta turis datang ke sini. Sebagian besar berasal dari Amerika Serikat, Rusia, Perancis, Jerman dan Inggris.

Perputaran uang dari sektor wisatanya juga tak bisa dibilang kecil. Sepanjang tahun lalu negara berpenduduk 5 juta orang ini mendapat keuntungan sebanyak US$5,8 miliar.


Sejak awal tahun ini Israel mempromosikan banyak destinasi wisata baru demi mendatangkan turis.

Selain objek wisata religi, Badan Pariwisata Israel juga mempromosikan kawasan wisata glamour camping (glamping) atau kemah mewah, wisata medis sampai wisata sand-boarding atau selancar di padang pasir.

Bandara internasional baru juga sedang dibangun. Di atas lahan berpasir yang berbatasan dengan Laut Merah dan Yordania.

Jumlah kamar hotel juga ditambah, dari yang saat ini berjumlah 2.000 pintu menjadi 5.000 pintu dalam enam sampai tujuh tahun mendatang.

Menteri Pariwisata Israel berharap pengembangan tersebut bisa meningkatkan jumlah kedatangan turis hingga sebanyak 20 persen hingga dua sampai tiga tahun ke depan.

[Gambas:Instagram]

Menawarkan Gurun Pasir

Israel dikelilingi oleh gurun pasir. Lahan kering itu menjadi alat promosi wisata mereka dengan semboyan 'selangkah ke gurun pasir di Eropa'.

Kawasan gurun pasir di Negev menjadi destinasi wisata yang dipromosikan mereka pada tahun ini.

Menteri Pariwisata Israel Uri Sharon mengatakan bahwa Israel bisa menjadi destinasi wisata musim panas kala musim dingin melanda sebagian besar wilayah benua Eropa.

"Saat musim dingin di Eropa, misalnya bulan Desember, Januari dan Februari, suhu di sini terbilang hangat, terutama di Negev," kata Sharon seperti yang dikutip dari AFP pada Rabu (6/6).

Negev berjarak dua jam perjalanan dari Bandara Internasional Tel Aviv.

Ada banyak kegiatan wisata alam yang bisa dilakukan Negev, kata Sharon, seperti mulai dari bersepeda sampai memanjat tebing.

Tebing Ramon juga bisa dikunjungi. Objek wisata alam ini memiliki sejarah dan bentuk yang memukau, mirip dengan Grand Canyon di Amerika Serikat yang sudah sering diulas dalam berbagai situs wisata.

Masyarakat sekitar Negev sudah mulai merasakan dampak positif industri pariwisata untuk perekonomian mereka.

Salaam El Wadj, salah satu warga yang bermukim di sana, mengatakan kalau semakin banyak turis yang datang ke Negev. Di rumahnya yang sederhana ia menyambut mereka sehangat mungkin sambil menceritakan sejarah tempat kelahirannya.

Agar turis lebih memahami sejarah kawasan Negev, Wadj menyarankan agar mereka mendaki lintasan Negev Highland Trail sepanjang 12 kilometer.

Masih di sekitar kawasan Negev, ada juga perkebunan anggur yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Perkebunan tersebut sudah diwariskan turun temurun sejak 2.000 tahun yang lalu.

Hasil kebun tersebut diolah oleh perusahaan minuman wine Carmey Avdat, yang memproduksi minuman anggur jenis Merlot, Cabernet Sauvignon, Chardonnay sebanyak 5.000 botol per tahunnya.

Sebagai peneman anggur, masyarakat sekitar juga memproduksi keju dari susu kambing yang mereka ternakkan di sebelah perkebunan.

Negev memang menawarkan nuansa pedesaan. Tapi ada juga nuansa kemewahan yang bisa dirasakan turis melalui glamping.

Dalam area khusus, turis bakal bermalam di tenda dengan fasilitas dan layanan bak hotel bintang lima. Langit malam yang cerah berbintang bisa dinikmati dalam kegiatan ini.

Mandi air panas dan makan masakan yang diracik chef pribadi merupakan sejumlah layanan yang ditawarkan.

[Gambas:Instagram]

(ard)