Hotel Ratusan Juta Demi Lelap Trump dan Kim Jong-un

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 11/06/2018 15:04 WIB
Hotel Ratusan Juta Demi Lelap Trump dan Kim Jong-un Pemandangan Capella Hotel dari atas. (Capella Singapore/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Singapura dikunjungi 17,4 juta turis sepanjang tahun lalu. Jumlah tersebut naik sebanyak 6,2 persen dari tahun sebelumnya.

Lima besar negara penyumbang turis ke Negara Singa ialah China (3,23 juta), Indonesia (2,95 juta), India (1.27 juta), Malaysia (1,17 juta) dan Australia (1,08 juta).

Wisata belanja dan kongko menjadi atraksi utama di Singapura.


Tapi tahun ini, negara bekas jajahan Inggris itu punya magnet baru, yakni pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong-un.

Sebelum dipimpin Trump dan Jong-un, kedua negara memang tidak akur.

Pertemuan tahun ini diharapkan membuat kedua negara kembali berjabat tangan, sama seperti yang telah dilakukan oleh Korea Selatan dan Korut pada bulan kemarin.

Sakralnya acara jabat tangan dengan AS-Korut bakal dilaksanakan di Singapura, tepatnya di Sentosa Island (Pulau Sentosa).

Di pulau resor yang berjarak setengah jam perjalanan dari Bandara Internasional Changi Singapura ini pertemuan akan dilaksanakan di Capella Hotel pada Selasa (12/6).

Capella Hotel berada di pinggir Pantai Siloso, pantai berpasir putih yang menjadi pusat turis di Pulau Sentosa.

Tak berjarak jauh dari hotel ada taman bermain Universal Studio yang selalu ramai setiap tahunnya.

Hotel berbintang lima ini bergaya kolonial dengan 112 kamar. Arsitek asal Indonesia, Jaya Ibrahim, memberi sentuhan modern saat dilakukan renovasi pada beberapa tahun yang lalu.

Arsitek asal Indonesia, Jaya Ibrahim, memberi sentuhan modern saat renovasi hotel. (Capella Singapore/Handout via Reuters)

Dari balkon kamar, tamu bisa langsung menatap ke Laut China Selatan. Jika bosan di kamar, tamu bisa berkeliling di komplek hotel yang teduh oleh rimbunnya pepohonan.

Ada dua President Suites di hotel ini. Yang satu bergaya Eropa, satunya lagi bergaya Asia.

Tarif menginap di sini mulai dari Rp5,6 juta untuk kamar dengan pemandangan taman.

Sementara untuk President Suites bertarif Rp108 juta per malam. Tarif ratusan juta itu diganjar dengan fasilitas dan layanan yang sangat mewah.

Satu unit ruangan berisi tiga kamar (dengan masing-masing kamar mandi dalam), dua ruang tamu, ruang kerja, dapur, teras, taman dan kolam renang pribadi.

Total luas unitnya 436 meter persegi.

[Gambas:Instagram]

Tamu yang menginap di sini bakal diantar jemput ke bandara dengan menggunakan Mercedes.

Belum diketahui siapa yang kebagian membayar biaya akomodasi rombongan AS dan Korut selama di Capella Hotel.

Belum lama ini diberitakan kalau AS memastikan tidak akan menanggung biaya hotel mewah itu.

"Pemerintah Amerika Serikat tidak akan membayar untuk penginapan delegasi Korea Utara. Kami tidak akan membayar pengeluaran mereka," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert, sebagaimana dikutip The Straits Times, Selasa (5/6).

Nauert juga memastikan bahwa AS tidak akan meminta negara lain untuk membayar akomodasi delegasi Korut selama di Singapura, sesuai dengan keterangan Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders.

Isu "bendahara" ini menjadi sorotan setelah kantor berita Korea Selatan, Yonhap, melaporkan bahwa Korut kewalahan memikirkan akomodasi tersebut karena Kim ingin menginap di hotel mewah, seperti Fullerton atau St Regis, padahal perekonomian negara sedang terpuruk.

(ard)