Cara Cek Pengumuman SBMPTN 2018

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Selasa, 03/07/2018 12:29 WIB
Cara Cek Pengumuman SBMPTN 2018 Ilustrasi. (Istockphoto/LuminaStock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada pukul 15.00 WIB nanti, peserta dapat mengecek pengumuman Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018.

Peserta SBMPTN dapat mengecek lewat CNNIndonesia.com melalui link berikut

Selain itu, panitia menyediakan beberapa cara pengecekan hasil. Pertama, akses laman resmi SBMPTN dan klik pada tautan pengumuman.


Cara kedua, peserta dapat mengakses laman mirror 12 perguruan tinggi negeri (PTN) seperti laman resmi Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universtias Syiah Kuala, Universitas Airlangga, Universitas Sriwijaya, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, Institut Pertanian Bogor, Universitas Andalas, dan Universitas Tanjungpura.

Penyediaan beberapa laman ini dimaksudkan untuk menghindari gangguan saat para peserta melakukan pengecekan. Pasalnya, tahun lalu, laman resmi SBMPTN sempat sulit diakses ketika pengumuman karena banyaknya pengakses.

Selain itu, beberapa media pun menayangkan pengumuman SBMPTN, salah satunya CNNIndonesia.com. Cek hasil pengumumannya di tautan berikut.
Ujian SBMPTN telah terlaksana pada Mei 2018 lalu dengan total peserta sebanyak 860.001 siswa dari seluruh Indonesia. Mereka pun dibagi dalam tiga kategori yakni sains dan teknologi (saintek, sosial hukum (soshum) dan campuran.

Ravik Karsidi, Ketua Panitia SBMPTN 2018 mengatakan ada hal berbeda yang terjadi dalam ujian tahun ini. Sebanyak 1.000 peserta mengikuti ujian dengan menggunakan sistem android.

Menurutnya, penggunaan sistem android baru pertama kali digunakan untuk tes masuk perguruan tinggi.
"Untuk tahun ini kami menggunakan Android khusus di Panitia Lokal Bandung dengan jumlah yang terbatas," ujar Ravik dikutip dari Antara (8/5).

Di sisi lain, Ketua Pokja Android SBMPTN 2018, Tri Hanggono Ahmad menjelaskan bahwa peserta membawa gawai sendiri kemudian didaftarkan pada panitia. Peserta pun tinggal mengunduh aplikasi dan soal saat ujian berlangsung.

"Jadi tidak perlu dikarantina. Untuk tahun ini, kuota yang tersedia sebanyak 1.000," kata Tri.


(stu)