Kisah Anak Penderita Kanker yang Menulis Orbituarinya Sendiri

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 16/07/2018 10:54 WIB
Kisah Anak Penderita Kanker yang Menulis Orbituarinya Sendiri Garrett Michael Boofias (WHO via cnn.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Nama: Garrett Michael Boofias
Tanggal lahir: Saya berumur 5 tahun
Alamat: Saya seorang Bulldog!
Warna favorit: Biru .... dan Merah dan Hitam dan Hijau ... "


Kalimat di atas bukan tugas untuk mengisi sebuah biodata lucu di akhir sekolah.

Namun, deretan kalimat di atas merupakan awal dari orbituari yang ditulis sendiri oleh Garret Michael Matthias, seorang anak pengidap kanker langka sebelum meninggal Jumat (6/7) lalu.


Matthias didiagnosis dokter memiliki penyakit langka mematikan, kanker pediatrik itu sembilan bulan yang lalu.



Diketahui bahwa bocah periang itu mengganti nama keluarga Matthias menjadi Boofias karena baginya sulit diucapkan. Sebelum tiada ia juga dikenal dengan julukan "The Great Garrett Underpants." 

Dalam orbituarinya, ia mengungkapkan kecintaannya pada keluarga dan tokoh superhero, Batman dan Thor. Namun juga membenci celana, jarum, dan penyakitnya. 

"Kami tidak pernah membicarakan pemakamannya, jadi kami tidak pernah mengatakan kepadanya bahwa dia akan meninggal," kata ibunya, Emilie Matthias, seperti dikutip dari CNN yang berafiliasi dengan WHO.

"Tetapi kami punya banyak topik pembicaraan seputar itu, seperti 'Ketika meninggal aku ingin melakukan ini.'"

Garret merencanakan pemakaman imajinatifnya, dengan lima rumah mainan (yang masing-masing diperolehnya ketika ulang tahun), snow cones atau variasi es serut yang disajikan dalam cone, dan tentunya Batman. 


"Saya ingin dibakar (seperti ketika ibu Thor meninggal) dan dibuat menjadi pohon sehingga saya bisa hidup di dalamnya ketika menjadi gorila," tulisnya. Dan juga ia menginginkan kembang api. 

"Itu yang dia bicarakan. Kata-kata verbalnya," kata ayahnya, Ryan Matthias. 

"Ketika membacanya saya seperti 'Wow'. Terdengar seperti omong kosong Garret kepada saya." 

Kedua orang tuanya mengatakan bahwa akan menghormati keinginan Garret dengan upacara pemakaman dan kembang api, Sabtu (14/7). Sementara itu penguburan abu Garret akan diadakan pada waktu lain sembari mencari tahu bagaimana abunya bisa dijadikan pohon. Selain itu juga mencari cagar alam sehingga pohonnya berada di kawasan hutan lindung.   (bel/chs)