Kemenpar Gelar Ajang Penghargaan Wisata Berkelanjutan

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 20/07/2018 10:55 WIB
Kemenpar Gelar Ajang Penghargaan Wisata Berkelanjutan Kemenpar dan Arief Yahya menggelar penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2018. Tahun ini, tema yang diangkat adalah Local Wisdom for Sustainable Development (Kearifan Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan).(Dok. Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pariwisata terus mendorong kehadiran destinasi berkelanjutan kelas dunia. Salah satu caranya melalui penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2018 yang diluncurkan di Balairung Soesilo Sudarman, Jakarta, Kamis (19/7).

Tahun ini, tema yang diangkat adalah Local Wisdom for Sustainable Development (Kearifan Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan).

"Cara yang paling cepat dan tepat yaitu dilombakan. Untuk itu ISTA kembali digelar untuk mempercepat penerapan pariwisata berkelanjutan," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, saat peluncuran.


Arief mengatakan, berdasarkan Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) World Economic Forum (WEF), Indonesia berada di peringkat 42 pada tahun 2017, dan pada 2019 mendatang diproyeksikan naik peringkat ke-30 dunia.

Cara yang dapat dilakukan untuk mengejar peringkat 30 dunia, di antaranya dengan meningkatkan penilaian untuk pilar keberlanjutan lingkungan (environmental sustainability).

Saat ini, tingkat keberlanjutan lingkungan Indonesia masih rendah yaitu di peringkat 131 dari sebelumya di peringkat 134.

"Untuk itu kita mengajak publik, swasta, dan masyarakat untuk meningkatkan environmental sustainability. Caranya melalui ajang Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA). Ini merupakan ajang pemberian penghargaan kepada destinasi-destinasi di Indonesia yang sudah berproses dan menunjukkan hasil dari penerapan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan," ujarnya.

Untuk pengembangan sustainable tourism, ada tiga poin utama yang harus menjadi perhatian. Yang pertama lingkungan yang mencakup aspek pelestarian alam bebas, kualitas dan keamanan air, konservasi energi, dan lainnya.

Yang kedua komunitas. Pariwisata berkelanjutan juga wajib mempertahankan atraksi, memiliki manajemen untuk pengunjung, memperhatikan kebiasaan pengunjung, menjaga warisan budaya dan lainnya.

Aspek ketiga yang tidak kalah penting adalah ekonomi. Sustainable tourism harus memantau perekonomian, ada peluang kerja bagi warga setempat, ada keterlibatan publik, ada penghargaan dan pemahaman bagi para turis, ada akses lokal dan masih banyak lagi.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Valerina Daniel mengatakan, Permen Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan menjadi acuan.

"Prinsipnya adalah 3P, yakni People, Planet, Prosperity, atau pemberdayaan masyarakat, kelestarian alam, dan peningkatan kesejahteraan. Prinsip inilah yang menjadi tema ISTA 2018 'Local Wisdom for Sustainable Development atau Kearifan Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan'," kata Valerina.

Juri Kehormatan ISTA 2018, Mari Elka Pangestu, menilai kegiatan ini sangat positif.

"Saya berterima kasih kepada Pak Arief Yahya. Sebab, program ini sudah dimulai tahun 2013 saat saya menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan dilanjutkan Pak Arief," katanya.

Pembukaan pendaftaran ISTA 2018 sendiri telah dimulai sejak 1 Mei dan akan berakhir 20 Agustus 2018. Formulir keikutsertaan dan persyaratan ISTA 2018 dapat diunduh di www.kemenpar.go.id. Setelah masa pendataran ditutup, tim juri akan melakukan seleksi persyaratan administrasi para peserta pada 1 - 24 Agustus 2018 mendatang.

Dari tahap seleksi persyaratan administrasi tersebut, akan dilanjutkan dengan tahap desk evaluation pada 24 -31 Agustus 2018. Tahap selanjutnya adalah pengumuman nominator pada 5-6 September 2018. Kemudian dilanjutkan dengan visitasi lapangan atau pengamatan lapangan. Tentunya disertai tanya jawab pada 10 September hingga 14 Oktober 2018.

Akhir dari ajang ISTA 2018 adalah pemberian penghargaan yang akan berlangsung di Bali pada 8 November 2018 mendatang. (vws)