Empat Pantai di Fukushima Kembali Dibuka

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 27/07/2018 12:32 WIB
Empat Pantai di Fukushima Kembali Dibuka Panorama di Fukushima, Jepang. (AFP PHOTO / JIJI PRESS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasca tsunami yang meluluhlantakkan Jepang di tahun 2011, akhirnya Fukushima kembali membuka pantainya untuk dikunjungi wisatawan dari berbagai negara.

Fukushima adalah sebuah perfektur di Jepang yang menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir.

Saat gelombang tsunami menghantam tahun 2011, penduduk Fukushima dievakuasi agar tidak terkena dampak yang ditimbulkan oleh rusaknya reaktor nuklir.


Mengutip dari AFP, pemerintah daerah Fukushima telah resmi membuka sebuah pantai bernama Haragamaobama.

Hal tersebut dilakukan untuk mengubah pandangan orang tentang daerah Fukushima yang tidak aman sejak terkena tsunami.

Pantai Haragamaobama berada sekitar 40 kilometer ke arah utara, dari pusat nuklir di Daiichi.

Tak hanya Haragamaobama, pantai di kota Soma juga turut dibuka.

"Saya merasa bahagia akhirnya pantai ini dibuka, karena Soma adalah kawasan yang tidak bisa dipisahkan dari laut sebelum bencana terjadi," ujar Sekjen Asosiasi Pariwisata Soma, Hiroyuki Ito, Kamis (26/7).

"Saat ini jika mencari info tentang Fukushima, gambar yang pertama kali muncul dalam situs pencarian adalah tentang musibah Fukushima tahun 2011. Hal itu membuat citra negatif tentang Fukushima bertahan lama, padahal kami sudah kembali hidup normal sejak lama."

Menurutnya kualitas air di kawasan pantai kota Soma tidak mengindikasikan adanya paparan radioaktif sejak beberapa tahun terakhir.

Mengenai alasan keterlambatan dibukanya kawasan ini, Ito menuturkan karena banyak infrastuktur yang harus dibangun pasca diterjang tsunami.

Selain Haragamaobama dan pantai di Kota Soma, ada dua pantai lain yang sudah dibuka untuk umum. Kedua pantai itu berada di Perfektur Miyagi, sebelah utara Fukushima.

Sebenarnya tak lama sejak bencana tsunami tahun 2011, pantai-pantai di Jepang yang berada di sebelah utara Samudera Pasifik sudah kembali ditata oleh pemerintah Jepang.

Pada bulan Maret 2011, gempa sebesar 9,1 Skalarichter mengguncang Samudera Pasifik. Tak berlangsung lama, gempa itu mengakibatkan tsunami yang salah satunya menghantam reaktor nulkir di Fukushima.

Dikabarkan bencana reaktor nuklir di Fukushima adalah yang terparah setelah Chernobyl tahun 1986.

(agr/ard)