Studi: Shisha Sama Bahayanya dengan Rokok Konvensional

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Rabu, 05/09/2018 18:24 WIB
Studi: Shisha Sama Bahayanya dengan Rokok Konvensional Ilustrasi merokok. Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino
Jakarta, CNN Indonesia -- Bumbungan asapnya merekah. Wanginya semerbak, rasanya pun manis. Itu adalah hokah atawa shisha yang digaungkan sebagai solusi cara menghisap tembakau dengan lebih aman daripada rokok konvensional.

Shisha adalah gaya merokok tembakau ala Timur Tengah. Shisha menggunakan alat berupa tabung berisi air plus wadah sebagai tempat asap, mangkuk, pipa, dan selang. Tembakau yang sudah dipanaskan tinggal ditambahkan cairan perasa. Wanginya yang harum tak membuat hokah tampak berbahaya. Belum lagi rasanya yang beragam dan menggemaskan, mulai dari cokelat hingga melon.

Namun, siapa sangka kalau merokok hokah sama berbahayanya dengan rokok konvensional?


Sebuah penelitian yang dilakukan University of California, Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat, menemukan bahwa merokok dengan shisha punya efek jangka pendek yang sama dengan rokok konvensional.


"Satu masalah besar terkait shisha adalah fakta bahwa tembakaunya memiliki rasa buah dan permen. Itu membuat shisha populer sebagai produk tembakau rasa di kalangan penikmatnya," kata pemimpin studi, Rezk-Hanna, mengutip Daily Mail.

Pada dasarnya, menghisap shisha dan merokok tembakau adalah dua hal yang berbeda. Tak seperti rokok, shisha lebih mirip aktivitas sosial yang dilakoni bersama teman-teman satu geng. Merokok shisha bisa dilakukan bersama-sama dan biasanya berlangsung selama satu jam lamanya. Selama itu, pengguna paling tidak menghisap shisha sebanyak 10 kali.

Studi ini berawal dari keinginan para peneliti untuk menunjukan bahwa shisha lebih sehat daripada rokok konvensional. Peneliti melibatkan 48 remaja sebagai partisipan yang terlebih dahulu mengikuti pemeriksaan kesehatan sebelum diminta untuk menghisap shisha. Setelah 30 menit penggunaan, kesehatan partisipan diperiksa kembali.


Hasilnya, jantung para partisipan ditemukan bersih. Hanya saja, detak jantung para partisipan ditemukan meningkat lebih cepat. Dalam kondisi normal, jantung akan berdetak sebanyak 60-100 detakan per menit. Namun, setelah penggunaan shisha, angka itu bertambah 16 detak jantung setiap menitnya.

Tak hanya itu, dampak jangka pendek shisha juga ditemukan dalam aliran darah. Adanya plak yang menghambat aliran darah pada arteri merupakan salah satu efek jangka pendek dari merokok konvensional. Penelitian ini menemukan dampak serupa juga ditemukan pada perokok shisha. Setelah 30 menit penggunaan shisha, arteri partisipan ditemukan mengeras.

"Temuan kami menantang konsep bahwa merokok tembakau rasa dengan shisha adalah alternatif yang lebih sehat. Ini tidak sama sekali," imbuh Mary. (asr/chs)