Geliat dan Tantangan Wisata Kapal Pesiar di Indonesia

agr, CNN Indonesia | Selasa, 07/08/2018 18:33 WIB
Geliat dan Tantangan Wisata Kapal Pesiar di Indonesia Ilustrasi kapal pesiar. (Foto: Dok. Princess Cruises)
Jakarta, CNN Indonesia -- Belum banyak wisatawan Indonesia yang melirik berwisata dengan kapal pesiar, pasalnya masih ada beberapa kesalahan penafsiran terkait kegiatan melancong itu. Anggapan biaya yang mahal dan aktivitas yang membosankan kerap memupus hasrat turis Indonesia dalam hal berwisata dengan kapal pesiar.

Padahal tahun ini pelabuhan di Indonesia mengantisipasi lonjakan jumlah kunjungan kapal pesiar sebanyak dua kali lipat, dibandingkan dengan tahun 2017.

Diproyeksikan sebanyak 372 kapal pesiar dari semua jalur pelayaran akan mengunjungi pelabuhan di lndonesia sepanjang tahun 2018. Angka itu meningkat 100 persen dari tahun lalu, yang hanya mencapai angka 187 kunjungan.


Direktur Asia Tenggara Princess Cruises, Farriek Tawfik, mengatakan Asia menjadi 'rumah' bagi pertumbuhan pasar wisata pesiar terpesat di dunia dengan lebih dari 4 juta penumpang menikmati wisata pesiar di tahun 2017.

Berdasarkan data dari Euromonitor lnternasional, ia melanjutkan, capaian tersebut sungguh mengesankan karena diprediksi baru tercapai di tahun 2020. Namun pada tahun 2018, lebih dari 4,26 juta penumpang Asia akan menikmati wisata pesiar, dan Indonesia akan menjadi salah satu pasar penting dalam mencapai angka tersebut.

"Jumlah orang Indonesia yang berlayar pada tahun 2017 sebanyak 46.700 wisatawan, meningkat 40,2 persen dari 33.200 di tahun 2016. Namun wisatawan dari Indonesia hanya 1,2 persen dibandingkan 4 juta wisatawan Asia yang berlayar di tahun 2017, oleh karena itu potensi pasar lndonesia masih sangatlah besar," ujar Tawfik, saat acara jumpa pers di Suasana Restaurant, Jakarta Selatan, Selasa (7/8).

Saat ini, ia menambahkan, Indonesia menempati peringkat ke-tujuh dalam daftar negara di Asia yang paling banyak dikunjungi kapal pesiar.

Dalam hal popularitas, Bali adalah destinasi dengan angka kunjungan pesiar tertinggi, yaitu sebanyak 82 kunjungan di tahun 2018. Kemudian diikuti oleh Kepulauan Gili (43 kunjungan), Pulau Komodo (40 kunjungan), Semarang (23 kunjungan), dan Surabaya (20 kunjungan).

Peningkatan permintaan perjalanan wisata pesiar untuk masuk ke Indonesia turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal melalui belanja penumpang ketika melihat atraksi, destinasi budaya lokal, makan & minum, serta pembelian stok batang untuk kapal pesiar.

Dengan perkembangan yang sedang berjalan saat ini untuk terminal pelabuhan dan infrastruktur yang lebih baik, maka potensi pertumbuhan wisata pesiar di masa depan menjadi sangat besar.

Mewah dan Berkelanjutan

Menurut Tawfik Indonesia memiliki kelas menengah ke-empat terbesar di dunia, dengan 19,6 juta rumah tangga pada tahun 2016. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 23,9 juta pada tahun 2030.

Kelas menengah yang tumbuh pesat dan meningkatnya kekayaan konsumen di Indonesia ini, menciptakan peningkatan permintaan untuk liburan mewah di luar negeri, sehingga wisata pesiar hadir untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut.

Sebagai negara ke-tujuh dalam daftar negara di Asia yang paling banyak dikunjungi kapal pesiar, Indonesia masih memiliki beberapa tantangan untuk memperbaiki posisinya. Jika dibandingkan negara tetangga, Indonesia tertinggal dua kunjungan dari Singapura dan 86 kunjungan dari Malaysia.

Sedangkan Jepang menduduki peringkat pertama dengan jumlah kunjungan kapal pesiar sebanyak 2.601 pada tahun 2018.

Persoalan fasilitas dan ukuran pelabuhan menjadi jawaban terkait tidak banyaknya kapal pesiar yang berlabuh di Indonesia.

"Pulau Komodo contohnya, di sana tidak punya pelabuhan yang bisa menampung kapal pesiar. Sehingga penumpang harus berpindah ke kapal yang lebih kecil untuk menjangkau pulau," ujarnya.

"Selain ukuran pelabuhan, fasilitas juga menjadi tantangan agar kapal pesiar bisa berlabuh. Fasilias yang diperlukan kurang lebih seperti Bandara, seperti gate imigrasi, hingga pintu keamanan dengan metal detector."

Ia menuturkan pada satu sisi hal tersebut menjadi masalah karena sebagian penumpang kapal pesiar adalah orang lanjut usia bahkan ada yang sudah menggunakan kursi roda.

Tapi itu bukan masalah besar, ia melanjutkan, mengingat jumlah penumpang kapal pesiar bisa mencapai lebih dari 3.000 orang. Karena menurutnya lingkungan hidup dan pariwisata berkelanjutan menjadi hal lain yang diperhatikan oleh industri kapal pesiar.

Cara Menikmati Kapal Pesiar

Untuk menikmati wisata pesiar, Tawfik memberikan dua tips yakni jangan hanya pergi dengan pasangan dan tidak usah ragu mengikuti segala aktivitas yang disediakan oleh pihak kapal pesiar.

"Jika penasaran mau ikut yoga, zumba, atau kelas tarian-tarian ya langsung ikut saja. Kekurangannya orang Asia Tenggara itu malu-malu, padahal seharusnya enjoy saja," ujar Tawfik.

Terkait bencana alam, khususnya gelombang besar dan tsunami, ia menuturkan kapal pesiar tidak berbeda dengan pesawat. Teknologi yang tersedia di kapal pesiar sudah bisa mendeteksi datangnya gelombang tinggi hingga gempa bumi di dalam laut.

Sementara itu, Tawfik melanjutkan, destinasi favorit wisatawan Indonesia terbagi dua. Untuk mereka yang sudah terbiasa menggunakan kapal pesiar sebagai metode perjalanan, maka Alaska dan benua Eropa menjadi tujuan favoritnya.Namun jika yang belum pernah melakukan perjalanan dengan kapal pesiar, maka Singapura menjadi perjalanan perkenalan yang ideal.

Menurutnya bulan yang ideal untuk memulai perjalanan dengan kapal pesiar adalah November hingga April. Terkait harga, menurutnya tergantung dari paket yang diambil. Namun biasanya harga yang dibanderol berkisar mulai dari 399 hingga 5000 Dollar Singapura (sekitar Rp4,2 juta sampai Rp52 juta).

(ard)