Infeksi, Penyakit yang Mengancam Pengungsi Pascagempa

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Rabu, 08/08/2018 14:37 WIB
Infeksi, Penyakit yang Mengancam Pengungsi Pascagempa ilustrasi pengungsi Lombok (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pascakejadian gempa 7  SR yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, masyarakat mengungsi ke tenda-tenda darurat.

Kondisi berdesakan dengan banyak orang serta keterbatasan akses kebersihan dan kesehatan membuat pengungsi pun terancam menderita beragam penyakit. Salah satu yang kerap terjadi pada pengungsi adalah infeksi.

Rossana Barack, dokter jantung dari Rumah Sakit MMC Jakarta mengungkapkan bahwa infeksi sering terjadi pada pengungsi lantaran kondisi lingkungan yang buruk dan tidak memadai.



"Yang biasa terjadi itu lebih banyak infeksi. Karena situasinya kurang air, air bersih terutama," kata Rosanna saat ditemui di Jakarta, Selasa (7/8).

Infeksi merupakan penyakit yang disebabkan oleh masuknya mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit yang dapat merusak sel atau jaringan di dalam tubuh. Mikroorganisme itu biasanya hidup dari lingkungan yang kotor.

Rossana menjelaskan infeksi ini dapat terjadi pada seluruh bagian tubuh. Infeksi ini dapat menyerang segala usia dan rentan pada anak-anak dan orang dengan kondisi imun (ketahanan tubuh) yang rendah. 

"Macam-macam ya bisa di mana saja. Di pencernaan seperti diare atau pernapasan seperti ISPA, batuk, pilek," tutur Rossanna.

Menurut Rossana, infeksi ini bisa diatasi dengan memenuhi kebutuhan primer yang higienis bagi para pengungsi. Penanganan yang cepat seperti pemeriksaan dan penyediaan obat-obatan dari tim medis juga akan membantu kondisi pengungsi.


Selain infeksi, Rossana menyebut penyakit lain yang rentan terhadap pengungsi adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Kondisi yang panik dan tidak terkontrol berpengaruh terhadap peningkatan tekanan darah.


Bila tidak mendapatkan penanganan yang cepat, tekanan darah tinggi ini berisiko menyebabkan komplikasi penyakit seperti jantung dan stroke.


"Bagi yang lanjut usia selain infeksi mungkin ada faktor-faktor non infeksinya misalnya tekanan darah dan bisa komplikasi. Salah satu paling sering itu stroke ya," katanya. (chs)