70 WNA dari 19 Negara di Gili Gili Sudah Diantar ke Lombok

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 13/08/2018 11:58 WIB
70 WNA dari 19 Negara di Gili Gili Sudah Diantar ke Lombok Sejumlah 70 Wisatawan asing yang sempat masih bertahan di Gili Gili kini telah berada di Lombok. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah 70 WNA dari 19 negara yang sudah dievakuasi sebelumnya, sudah aman dan diantar dari Gili Gili di Lombok.

Mereka berasal dari Inggris (21), Australia (4), Swedia (3), Perancis (3), Amerika(2), Belanda (2), Jerman (2) serta dari Polandia, Finlandia, Austria, Tiongkok, Kanada, Spanyol, Afrika Selatan, Ukraina dan Rusia masing-masing satu orang.

"Memang masih ada 46 WNA yang memutuskan untuk tetap tinggal di Gili Gili atas keputusannya sendiri. Mereka memiliki dan menjaga properti miliknya, seperti vila, resort, resto, dive center, dan lainnya," sebut Arief Yahya Menteri Pariwisata yang mendapatkan real time report dari tim Crisis Center.


"Pengamanan seluruh amenitas dan objek vital di 3 Gili itu sudah dikawal oleh aparat pengamanan Polri dan TNI. Terima kasih Pak Kapolri dan Pak Panglima TNI, semoga mereka cepat pulih," kata Menpar Arief Yahya.

Program pemulihan amenitas, menurut laporan Kadiapar Provinsi NTB Lalu M Faozal juga sudah mulai dilaksanakan. Proses pemulihan amenitas di 3 Gili diawali dengan pengasapan sampah.

Hotel-hotel di Lombok, lanjut Faozal, juga sudah mulai dibuka untuk para tamu pascagempa.

"Sembari merenovasi yang mengalami kerusakan kecil, sedang yang rusak berat, sedang diverifikasi data oleh asuransi," ungkap Faozal.

Soal, pengembalian tiket pesawat bagi wisatawan yang mengalihkan rute atau membatalkan penerbangan ke Lombok, juga sudah tertangani.

Ketua Tim CC Guntur Sakti yang juga Karo Komblik Kemenpar menuturkan bahwa wisatawan yang membatalkan penerbangan sudah mendapatkan penggantian, sesuai dengan peraturan Menteri Perhubungan dan maskapai.

"Tourist Information Center Bandara Lombok Praya (TIC LOP) juga tetap dibuka seperti biasa untuk memberikan layanan informasi kepariwisataan," ujar Guntur Sakti.

Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Kementerian ESDM dan relawan masih menyisir dan melakukan evakuasi, terhadap masyarakat korban gempa.

Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi mengatakan proses rehabilitasi akan dimulai Senin (13/8), sambil proses tangap darurat berjalan. Hal itu diawali dengan pembersihan bekas reruntuhan rumah.

Masyarakat dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui Call Center Posko Tanggap Darurat, Pulau Lombok dengan nomor 0853-3863-9789 dan 0859-6147-2837. Sementara itu Call Center Pospenas POS Pendampingan Nasional BNPB melalui 0853 3365 6353. (vws)