Lima Instruksi Jokowi untuk Pulihkan Pariwisata Lombok

Kemenpar, CNN Indonesia | Rabu, 15/08/2018 17:21 WIB
Lima Instruksi Jokowi untuk Pulihkan Pariwisata Lombok Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kedua kanan) meninjau kondisi rumah sakit lapangan di Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (13/8). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pariwisata Arief Yahya yakin pemulihan pariwisata semakin cepat setelah Presiden Joko Widodo mengunjungi korban gempa di Lombok, Senin (13/8). Presiden juga sempat tidur di pengungsian bersama masyarakat yang sedang dirundung duka.

Arief mengatakan kehadiran Jokowi di Lombok membuat kepercayaan wisatawan semakin meningkat bahwa Lombok akan cepat pulih.

"Dampak aktivitas Pak Jokowi di Lombok itu luar biasa buat wisatawan," ujar Arief Yahya. "Ini memberi pesan ke semua orang, bahwa Lombok oke-oke saja. Tanpa harus bicara, presiden sudah membuktikan, aman."


Salah satu buktinya adalah permintaan wisman Australia agar Kemenpar memberi kepastian waktu Lombok siap menerima kunjungan wisman lagi.

"Betul, wisatawan Australia mendesak untuk terbang ke Lombok. Cukup ngotot, agar ada percepatan pemulihan dan bisa dibuka lagi buat wisman," sebut Arief Yahya, yang merasakan sedih juga gembira. Sedih karena proses pemulihan masih berlangsung sehingga belum bisa dibuka , senang karena publik dunia meyakini bahwa proses pemulihan akan cepat.

"Dan, dunia berisimpati dengan Lombok, cinta dengan Lombok dan memilih berwisata ke Lombok," kata Arief Yahya.

Usai meninjau kondisi di Lombok Utara, Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas bersama di halaman RSUD Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Ia kemudian menyampaikan sejumlah arahan agar penanganan pascagempa berjalan baik dan perekonomian wilayah setempat segera pulih.

"Pertama, pastikan betul jumlah rumah rusak berat maupun rusak sedang dan rusak ringan," ujar Presiden Jokowi.

Kedua, Presiden Jokowi memerintahkan agar bantuan bagi warga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat untuk dapat diserahkan mulai esok. Dirinya menargetkan sebanyak seribu kepala keluarga telah mendapatkan bantuan pada esok harinya.

Presiden juga menginginkan agar aktivitas perekonomian di daerah terdampak gempa dapat sesegera mungkin dipulihkan. Oleh karenanya, dalam instruksinya yang ketiga, dia meminta jajarannya untuk turut memprioritaskan perbaikan fasilitas-fasilitas penunjang perekonomian.

"Untuk fasilitas-fasilitas umum yang berkaitan dengan ekonomi misalnya pasar agar ini didahulukan. Terutama pasar-pasar yang rusaknya ringan agar segera diperbaiki dan masyarakat didorong untuk beraktivitas ekonomi kembali," tuturnya.

Keempat, Presiden ingin agar warga setempat diberikan edukasi mengenai pembangunan rumah yang tahan gempa untuk meminimalkan kerusakan yang terjadi jika bencana tersebut kembali melanda di kemudian hari.

"Harus kita mulai sejak saat ini pembangunan rumah harus dengan konstruksi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat). Konstruksi RISHA ini nanti akan dikawal oleh Kementerian PU sehingga betul-betul rumah yang ada sebanyak yang tadi sudah disebutkan betul-betul rumah yang tahan gempa," kata Presiden.

Jokowi juga menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk turut membenahi fasilitas-fasilitas pendidikan dan kesehatan yang rusak maupun hancur karena gempa.

"Kelima, saya minta Kementerian PU untuk fasilitas umum yang berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan satu per satu dimulai. Jangan sampai terlalu lama tidak disentuh sehingga anak-anak kita nanti tidak bisa belajar dan kegiatan belajar mengajar di sekolah juga kita harapkan bisa pulih kembali," tandasnya.

Rapat terbatas dilakukan di sekitar tenda pengungsian tersebut dihadiri oleh di antaranya Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Marsekal Madya M. Syaugi, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei. (vws)