Eko Supriyanto, Sosok di Balik Tarian Pembuka Asian Games

Kemenpar, CNN Indonesia | Senin, 20/08/2018 10:35 WIB
Eko Supriyanto, Sosok di Balik Tarian Pembuka Asian Games Upacara pembukaan Asian Games 2018. (INASGOC/Wahyudin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (18/8) malam, menjadi ajang memperlihatkan kekayaan budaya Nusantara. Salah satunya saat segmen Earth yang menampilkan 19 tarian dari Sabang hingga Merauke.

Kolaborasi besar ini mampu menarik perhatian saat upacara pembukaan. Koreografer segmen ini telah diakui kehebatannya di kancah dunia, yaitu Eko Supriyanto yang lebih akrab disapa Eko Pece.

Keindahan koreografi Eko ini sudah dirasakan sejumlah diva papan atas dunia, salah satunya Madonna. Eko bukan hanya menjadi koreografer show tapi juga menjadi penari untuk penyanyi yang baru berulang tahun ke-60 itu.


Lewat tangan dingin pria asal Solo ini, pembukaan Asian Games 2018 menjadi sangat berwarna.

Ia pun membuat segmen Earth pun mengangkat semangat dari seluruh Indonesia. Dari Sumatera, ada tari Sipitu Cawan, Gending Sriwijaya, Tari Piring, Zapin, dan Tarian Transisi Bunga. Sebagai wakil Pulau Jawa, Eko memilih mementaskan Lenong Betawi, Jaipongan, Sisingaan, Tarian Padang Bulan, dan Tari Gandrung Lanang Banyuwangi.

Tari Janger terpilih mewakili Bali. Kemudian, ada Tari Belian Bawo Katim, Tari Enggang, Tari Hudog. Dari Sulawesi, hadir Tari Maengket Modero Sulut dan Tari Kabasaran. Sedangkan Tari Soya Soya menjadi wakil Maluku Utara. Aksi Tari Likurai Belu mewakili NTT, dan Tari Yospan memperlihatkan kekayaan Papua.

Total, Eko Supriyanto menyertakan 467 penari dalam segmen ini. Sedangkan kostum, dipercayakan kepada Rinaldi Yunardi.

Pujian datang dari Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menyebut kekayaan Indonesia disajikan secara utuh lewat koreografi Eko.

"Selurun kontingen dan wisatawan yang menyaksikan pembukaan Asian Games, baik langsung di stadion maupun dari layar kaca, bisa melihat kekayaan budaya Indonesia," paparnya.

Menurutnya, konsep yang disajikan saat pembukaan pun sangat dahsyat. "Bukan hanya budaya yang disajikan, alam pun diperlihatkan. Gambaran gunung dan air terjun sangat luar biasa," katanya.

Gunung yang ditampilkan di Stadion Gelora Bung Karno memiliki lebar 130m dan tinggi 27m dan dikerjakan oleh 350 orang asli Indonesia. Utamanya oleh Urang Bandung.

Sedangkan air terjun yang menghiasi gunung, memiliki tinggi 17 meter dari tanah, dengan lebar 12 meter. Beban air mencapai 60 ton. Bobotnya setara dengan 140 ribu liter air. Jika satu mobil tangki bisa mengangkut 5 ribu liter air, berarti 28 mobil tangki hilir mudik ke Stadion GBK untuk mendukung atraksi yang wah tersebut.

(vws)