Mengenal Kram Otot, Cedera yang Dialami Anthony Ginting

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Kamis, 23/08/2018 14:43 WIB
Mengenal Kram Otot, Cedera yang Dialami Anthony Ginting Anthony Sinisuka Ginting (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anthony Sinisuka Ginting akhirnya harus menyerah kalah di pertandingan tunggal putra melawan pemain China, Shi Yuqi.

Anthony harus kalah karena cedera lutut yang dialaminya. PP PBSI mengungkapkan bahwa Anthony mengalami kram otot kaki.

Sekretaris Jenderal PP Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Achmad Budiharto mengungkapkan bahwa kram yang dialami Ginting cukup parah, namun dia juga memastikan kalau Anthony akan segera pulih.



 "Saat ini, kondisinya sudah membaik. Sudah bisa berjalan lagi dan sudah bisa makan," katanya dikutip dari Antara.

 "Rasa sakit akibat kram dirasakan paling kuat di betis. Apalagi, Ginting juga mengalami dehidrasi sehingga tarikan kram semakin kuat," katanya.

Selain melibatkan fisioterapis, pemulihan juga dilakukan dengan menjaga elektrolit tubuh, asupan gizi dan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.

Namun apa sebenarnya kram otot kaki yang dialami Anthony ini?


Mengutip Healthlink BC, kram otot adalah kontraksi tanpa sadar (tak bisa dikontrol otak) yang kuat dan menyakitkan yang terjadi di area betis. Kram juga terjadi karena pengencangan otot yang terjadi secara tiba-tiba.

Kram otot sering disebut sebagai charley horse. Kondisi ini umum terjadi pada semua orang, baik atlet ataupun bukan. Datanganya pun tiba-tiba, kram bisa terjadi saat Anda sedang berolahraga atau pun saat tidur.

Melansir Medicinet, kram otot adalah hal yang umum terjadi, hampir semua orang (95 persen) pasti mengalami kram otot sekali dalam hidupnya. Namun kram otot akan sering terjadi pada orang dewasa seiring dengan penambahan usia.

Kram otot sendiri bisa disebabkan oleh banyak aktivitas atau kondisi misalnya olahraga, cedera, atau menggunakan 'otot' terlalu sering dan berat (overuse).

Kram otot sendiri juga bisa terjadi karena menurunnya jumlah mineral dalam tubuh seperti kalsium, magnesium, potasium, dan lainnya.

Mengutip Mayo Clinic, dehidrasi juga bisa menyebabkan kram otot. Cairan yang cukup akan membantu otot berkontraksi dan rileks. Cairan cukup juga akan menjaga otot sel tetap terhidrasi dan tak mudah tegang.

Dehidrasi adalah penyebab paling umum terjadinya kram otot.

Kram otot juga bisa disebabkan oleh banyak hal lainnya, namun dalam banyak kasus, penyebabnya tak diketahui.

Hanya saja yang pasti kram otot ini bisa dicegah dengan asupan nutrisi dan hidrasi yang cukup, khususnya makanan yang mengandung mineral seperti kalsium, potasium, dan magnesium.

(chs)


ARTIKEL TERKAIT