Rasanya yang nikmat dan tak terlalu pekat dibanding kopi hitam jadi salah satu alasan mengapa kopi susu banyak digandrungi. Selain itu, kopi susu juga kerap dijadikan alternatif bagi orang dengan asam lambung tinggi yang ingin mencecap sedapnya rasa kopi.
Bukan cuma sebagai penawar rasa, kehadiran susu juga memberikan nutrisi baru yang tak ada pada kopi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Studi: Minum Kopi Bikin Orang Panjang Umur |
"Nutrisinya hanya sedikit kalsium dan protein dari susu, serta banyak gula. Jumlah terbanyaknya adalah gula," kata Saptawati kepada CNNIndonesia.com belum lama ini.
Kendati jumlahnya tak banyak-banyak amat, tapi kandungan nutrisi dalam kopi susu ini jelas memberikan manfaat untuk tubuh. Asupan air dan gula, misalnya, yang mampu menciptakan energi untuk tubuh. Sementara kafein pada kopi dinilai ampuh merangsang fungsi otak agar tetap terjaga.
Namun, bukan berarti kopi susu sepenuhnya sehat. Ibarat cinta yang jadi berbahaya jika ditanggapi secara berlebihan, sederet nutrisi pada kopi susu juga bakal berujung pada penyakit jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Sebut saja asupan gula yang biasa menjadi "terdakwa" dalam sejumlah kasus diabetes melitus dan obesitas. Sedangkan kandungan kafein diam-diam dapat membuat tubuh kehilangan banyak cairan lantaran sifat diuretik yang dimilikinya.
"Kafein bersifat diuretik, sehingga merangsang banyak kencing dan kehilangan cairan tubuh," ujar Saptawati.
Kini, sebagian besar racikan kopi susu yang digandrungi itu menggunakan gula aren sebagai pemanisnya. Namun, tetap saja, tak ada yang berbeda. Saptawati menyebut bahwa dua jenis pemanis itu tetap merupakan gula dengan risiko yang sama. Perbedaannya, cuma urusan rasa. (asr/chs)