Kopi di California Bakal Pasang Label Peringatan Kanker

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Minggu, 01/04/2018 03:15 WIB
Kopi di California Bakal Pasang Label Peringatan Kanker Produk kopi di California, Amerika Serikat bakal mengikuti jejak produk rokok yang wajib meyematkan label peringatan bahaya kesehatan. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produk kopi di California, Amerika Serikat bakal mengikuti jejak produk rokok yang wajib menyematkan label peringatan bahaya kesehatan.

Hakim di California baru saja menetapkan keputusan awal bahwa setiap produk kopi harus dijual dengan peringatan dapat menyebabkan penyakit kanker. Seluruh warung kopi juga harus membubuhkan peringatan itu dalam menu kopi yang ditawarkan.

Peringatan ini berawal dari tuntutan lembaga nonprofit Council for Education and Research on Toxics (CERT) yang menemukan beberapa senyawa berbahaya yang muncul dalam proses pembakaran kopi.


CNN melaporkan pengadilan California menerima daftar senyawa itu. Salah satunya adalah karsinogen yang merupakan senyawa yang dapat memicu berkembangnya sel kanker. Pengadilan menyebut senyawa itu terdapat pada kopi dalam jumlah yang banyak.

Tuntutan CERT yang meminta penggunaan label peringatan bahaya kanker itu sudah didaftarkan sejak 2010 lalu.

"Ini belum keputusan final, tapi ini berita besar dan saya lega setelah perjuangan selama delapan tahun. Ini hari yang baik untuk kesehatan publik," kata pengacara Raphael Metzger.

Berdasarkan laporan The Daily Meal, tuntutan CERT itu mengacu pada hukum California yang mengharuskan penggunaan label peringatan untuk semua produk yang dapat meningkatkan risiko kanker. Hukum itu dikenal dengan Proposition 65.

Di sisi lain, produsen dan perusahaan warung kopi justru menentang keputusan ini. Mereka beranggapan kandungan berbahaya itu hanya berjumlah kecil dan dapat ditoleransi oleh tubuh. Namun, pengadilan menolak alasan itu.

"Kopi sudah terbukti merupakan hidangan yang sehat. Tuntutan ini hanya membuat publik menjadi bingung," kata Presiden National Coffe Association William Murray.

Saat ini, sekitar 13 perusahaan besar yang terlibat dalam tuntutan itu termasuk Starbucks dan 7-Eleven mesti menunggu hingga 10 April untuk memasukkan penolakan. Setelah itu, pengadilan akan memberikan keputusan akhir. (agi)