WHO: Aktivitas Fisik di Dunia Turun, Risiko Penyakit Naik

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Rabu, 05/09/2018 13:43 WIB
WHO: Aktivitas Fisik di Dunia Turun, Risiko Penyakit Naik ilustrasi olahraga (janeb13/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meskipun saat ini olahraga lari atau pergi ke gym sudah menjadi gaya hidup kekinian, nyatanya tren aktivitas fisik atau berolahraga di seluruh dunia semakin menurun.

Fakta tersebut diungkapkan oleh badan kesehatan dunia WHO. Penelitian anyar itu menunjukkan aktivitas fisik yang menurun itu membuat orang di seluruh dunia berisiko terkena berbagai penyakit.

Berdasarkan rekomendasi WHO, orang dewasa dianjurkan setidaknya berolahraga atau melakukan aktivitas fisik 150 menit dengan intensitas sedang atau 75 menit dengan intensitas tinggi setiap pekan. Orang yang tidak memenuhi ketentuan ini berisiko lebih tinggi terkena penyakit kartdiovaskular, diabetes tipe dua, demensia dan beberapa jenis kanker.



Penelitian yang baru saja dipublikasikan di jurnal Lancet Global Health itu menemukan lebih dari 25 persen orang di seluruh dunia atau setara 1,4 miliar orang tidak melakukan aktivitas fisik sesuai ketentuan WHO.

Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2010 terdapat 23,3 persen orang yang tidak melakukan aktivitas fisik di seluruh dunia.

Sesuai jenis kelamin, sebanyak satu dari tiga perempuan dan satu dari empat laki-laki tidak cukup berolahraga dan terhindar dari berbagai penyakit.

Studi ini juga mengindikasikan aktivitas fisik orang di seluruh dunia sudah menurun sejak 2001. Rata-rata pada negara berpenghasilan tinggi orang yang tidak berolahraga meningkat 5 persen dari 2001 hingga 2016.

"Tingkat ketidakaktifan di negara-negara berpenghasilan tinggi lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan dengan negara-negara berpenghasilan rendah, dengan kecenderungan yang terus meningkat di negara-negara berpenghasilan tinggi," kata pemimpin studi dari WHO Regina Guthold melalui email kepada CNN.

Studi ini menemukan aktivitas fisik bervariasi tergantung jenis pendapatan. Hanya 16 persen orang di negara berpenghasilan rendah yang tidak melakukan aktivitas fisik sesuai ketentuan. Sedangkan pada negara berpenghasilan tinggi angka itu mencapai 37 persen. 


Guthold menyebut negara di Amerika Latin dan Karibia, serta negara barat berpenghasilan tinggi merupakan dua wilayah dengan kecenderungan tidak aktif yang terus meningkat. Uganda dan Mozambik merupakan negara dengan tingkat keaktifan yang paling tinggi. Hanya 6 persen orang dewasa di negara ini yang tidak melakukan aktivitas fisik.

Hasil penelitian ini didapat setelah menganalisis 358 survei  dengan lebih dari 2 juta orang yang melaporkan aktivitas fisiknya di rumah dan tempat kerja. Para partisipan merupakan orang yang berusia 18 tahun ke atas di 168 negara di dunia. jumlah ini meningkat dari penelitian sebelumnya pada 2010 yang hanya pada 146 negara. (chs)