Yang Aman dan Tidak dari Pengobatan Rumahan

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 20/09/2018 10:20 WIB
Yang Aman dan Tidak dari Pengobatan Rumahan Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dunia medis kian canggih di zaman kiwari. Namun, meski berbagai peralatan berteknologi canggih itu hadir di hampir setiap rumah sakit, masih ada beberapa orang yang menghindari tindakan medis dan lebih memilih terapi alami. Cara itu dianggap mampu menurunkan risiko penyakit.

Sejumlah terapi alami atau pengobatan rumahan telah digunakan banyak orang. Itu tersebar secara turun temurun dari generasi ke generasi. Namun, tak semua terapi alami yang sudah kadung diketahui banyak orang itu benar-benar bermanfaat dan aman.

Berikut pengobatan rumahan yang aman dan tidak aman menurut ahli melansir The Telegraph.

Pengobatan rumahan yang aman


1. Teh mint meringankan sakit perut

Jika Anda merasa sedikit kembung, teh mint dapat membantu meringankan gejala ini. Mint yang terkandung dalam teh mampu memberikan efek menenangkan. Ramuan ini membantu mengurangi gangguan pencernaan dan rasa sakit yang disebabkan oleh iritasi usus.

"Mint terbuat dari senyawa organik yang disebut mentol. Dengan cara ini, dinding usus akan lebih tenang dan mencegah kram perut," ujar dr Khasriya yang merupakan salah satu anggota National Health Service (NHS) Inggris.

2. Kunyit untuk nyeri sendi

Kunyit mampu meringankan gejala nyeri sendi. Beberapa peneliti telah membuktikan bahwa kunyit memiliki sifat antiinflamasi dan bisa menambah kekebalan tubuh.


"Kunyit mengandung kurkumin sebagai senyawa kimia yang diproduksi secara alami," ujar dr Khasriya. Zat kurkumin diketahui memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Hal itu telah dibuktikan kebenarannya oleh para peneliti.

3. Jahe meringankan mabuk perjalanan

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Nasional Yang-Ming di Taiwan menyarankan perawatan herbal untuk mengobati penyakit mual dalam perjalanan. Salah satunya dengan mengonsumsi jahe.

"Jahe adalah ramuan kuno dengan kandungan minyak atsiri yang memberikan bau khas menyengat," kata dr Khasriya.

4. Air panas dan madu untuk gatal tenggorokan

Cara yang satu ini telah digunakan banyak orang. Air panas dan madu sama efektifnya seperti obat batuk kemasan yang biasa dijual di apotek. Menurut dr Khasriya, campuran antara air panas dan madu memiliki kandungan gliserin.

Gliserin merupakan bahan utama yang ada di sirup-sirup obat batuk kemasan. Ia berfungsi untuk mengurangi iritasi dan gatal di tenggorokan, sehingga ampuh meringankan batuk.

5. Air asin untuk sakit tenggorokan

Berkumur dengan air garam dapat mengurangi rasa sakit di tenggorokan. Zat asin yang terkandung pada garam mampu membunuh bakteri di tenggorokan.


dr Khasriya mengatakan, berkumur air garam memiliki efek ganda yang mampu menghancurkan dinding sel bakteri. Melalui tekanan osmotik, air garam membuat bakteri lebih sulit berkembang.

Pengobatan rumahan yang tidak aman

1. Pasta gigi mengeringkan luka pada kulit

Pengobatan jenis ini masih menjadi perdebatan para ahli. Pasta gigi mengandung triclosan yang bersifat anti-bakteri. Zat triclosan mengandung sodium bicarbonate atau soda kue dan alkohol yang dapat mengeringkan area kulit.

Namun, dr Khasriya menyarankan Anda untuk berhati-hati menggunakan pasta gigi untuk mengeringkan luka. "Berhati-hatilah, beberapa pasta gigi pemutih mengandung bahan-bahan yang dapat membuat iritasi kulit secara serius," katanya.

2. Kantung teh meringankan infeksi mata

Beberapa orang menganggap menaruh kantung teh di kelopak mata mampu meringankan infeksi mata. Namun, dr Khasriya membantahnya. Menurutnya, panas dari kantung teh akan memberikan rasa sakit dan efek buruk pada kelenjar eksokrin mata.

NHS Inggris sendiri menganjurkan publik untuk mengompres mata dengan menggunakan air hangat.

3. Memiringkan tubuh ketika mimisan

dr Khasriya menjelaskan, memiringkan kepala ketika mimisan dapat membuat Anda lebih mudah tersedak darah. Sementara darah yang tertelan bisa membuat lambung iritasi.
(sen)


BACA JUGA