Gaya Hidup Tidak Sehat Jadi Penyebab Infertilitas

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Rabu, 05/09/2018 16:24 WIB
Gaya Hidup Tidak Sehat Jadi Penyebab Infertilitas Ilustrasi. (Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan yang sulit memiliki anak bisa jadi menderita infertilitas atau kemandulan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan infertilitas sebagai salah satu penyakit pada sistem reproduksi.

Seseorang atau pasangan disebut infertilitas jika si wanita tak kunjung hamil meski sudah melakukan hubungan seks dengan jadwal yang diperhitungkan dan tanpa alat kontrasespsi selama satu tahun. Gaya hidup yang tidak sehat disebut sebagai salah satu faktor penyebab seseorang tidak subur atau mandul.

"Gaya hidup merupakan salah satu faktor kesuburan pria dan wanita," kata ahli kandungan sekaligus CEO Klinik Morula IVF, dr Ivan Sini di Jakarta, beberapa waktu lalu.



Ivan menyebut, satu dari sembilan pasangan mengalami masalah kesuburan. Selama setahun pertama pernikahan, terdapat 10 persen pasangan yang belum dikarunia si jabang bayi.

Infertilitas dapat terjadi lantaran salah satu pihak, baik laki-laki atau perempuan, tidak subur atau kombinasi dari beberapa faktor yang mengganggu kehamilan.

Mengutip Mayo Clinic, pada perempuan, ketidaksuburan ditandai oleh periode menstruasi yang tidak teratur atau bahkan tidak ada. Sedangkan pada pria, ketidaksuburan bisa dilihat dari adanya perubahan hormonal.

Kondisi tidak subur pada pria bisa disebabkan oleh produksi atau fungsi sperma yang tidak normal, masalah pada pengiriman sperma, serta penyakit terkait kanker. Jumlah sperma yang kurang dari 15 juta per milimeter juga menandakan ketidaksuburan seorang pria.

Tak cuma itu, eksposur yang berlebih pada zat kimia seperti pestisida dan radiasi juga bakal memengaruhi kesuburan.


Sementara pada wanita, infertilitas disebabkan oleh gangguan ovulasi, kelainan uterus atau serviks, kerusakan pada saluran tuba falopi, endometriosis, hingga menopause dini.

Selain itu, risiko kemandulan juga disebabkan oleh beberapa faktor yang ditunjang oleh gaya hidup tidak sehat. Seperti kebiasaan mengonsumsi alkohol, merokok, atau menghisap ganja. Penelitian menemukan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi dan jumlah sperma yang rendah pada pria.

Di luar deretan gaya hidup tak sehat itu, urusan berat badan--baik obesitas atau terlalu kurus--juga meningkatkan risiko ketidaksuburan pada pria dan wanita.

Maka dari itu, untuk mencegah kemandulan, pria dan wanita disarankan untuk tidak merokok dan mengonsumsi alkohol serta menjaga berat badan ideal. (asr/chs)


BACA JUGA