Asian Para Games Ramah untuk Kaum Difabel

Kemenpar, CNN Indonesia | Senin, 10/09/2018 00:59 WIB
Asian Para Games Ramah untuk Kaum Difabel Foto: Dok. Kemenpar
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo meminta agar perhelatan Asian Para Games 2018 ramah terhadap penyandang disabilitas dengan venue yang memiliki fasilitas lengkap dan tiket digratiskan untuk kaum difabel.

"Saya minta momentum kesuksesan Asian Games yang telah kita raih dilanjutkan kembali pada penyelenggaraan Asian Para Games," ujarnya Presiden Jokowi dalam rapat terbatas persiapan Asian Para Games 2018 di Istana Bogor, Jumat (7/9),

Presiden juga meminta Indonesia kembali menjadi tuan rumah yang ramah dalam seperti saat Asian Games lalu.


Sebanyak 42 negara akan ambil bagian dalam Asian Para Games yang akan dibuka secara resmi oleh Presiden Jokowi pada 6 Oktober mendatang.

"Kita ingin menjadi tuan rumah yang baik serta memberikan pelayanan yang maksimal bagi kurang lebih 2.888 atlet dan 1.826 ofisial yang akan berpartisipasi di 18 cabang olahraga di Asian Para Games," ujar Presiden Jokowi.

"Saya minta akses gratis bagi penyandang disabilitas untuk menonton pertandingan Asian Para Games," kata Jokowi.

Mantan Walikota Solo itu juga memastikan kesiapan lokasi pertandingan, transportasi, wisma bagi para atlet, dan teknis pelaksanaan.

Dalam rapat di Istana Bogor ini Ketua National Paralympic Committee (NPC) Senny Marbun mengatakan Indonesia mengincar posisi enam besar di ajang ini.

Target medali adalah setidaknya mendapatkan 17 emas dari 18 cabang yang dipertandingkan yang memperebutkan 568 medali emas yang disiapkan.

"Kami bukan gak pede tapi juga gak mau sombong. Di SEA Games Myanmar kami persiapan 6 bulan dapat 3 emas. Di Malaysia kemudian juara umum. Di APG, lawan kami berat-berat. Dengan persiapan delapan bulan sejak Januari, kami yakin bisa menembus enam besar dengan 16 atau 17 emas tapi saya yakin target ini akan meleset ke atas," kata Senny Marbun.

Senny menyebutkan cabang-cabang yang menjadi andalan untuk meraup emas adalah atletik, bulutangkis, renang, tenis meja, angkat berat, dan sepeda.

"Tapi saya pesan kepada atlet, jangan terbebani dengan target karena bisa membuat atlet kalah sebelum bertanding. Kami sadar, ini acara besar karena juga untuk kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo. Nomor gak bisa diakali. Semoga prestasi gak terpuruk. Bisa posisi 6 atau 7 atau naik dua atau tiga peringkat sudah bagus dari APG sebelumnya," ucapnya.

Asian Para Games baru dua kali dilaksanakan yaitu tahun 2010 dan 2014. Prestasi atlit Indonesia terus meningkat dalam dua kejuaraan ini.

Di Asian Para Games 2010, Indonesia berada di peringkat ke-14 dengan 1 emas, 5 perak, 5 perunggu. Empat tahun kemudian, Indonesia melesat ke peringkat sembilan dengan 9 emas, 11 perak, 18 perunggu.

Yang menarik, di Asian Para Games, satu atlet bisa turun sampai tiga nomor.
Asian Para Games Ramah untuk Kaum DifabelPresiden Jokowi meminta agar Indonesia menjadi tuan rumah yang ramah dalam Asian Para Games seperti ketika penyelenggaraan Asian Games 2018. (Dok. Kemenpar)
Ketua Panitia Pelaksana Asian Para Games (INAPGOC) Raja Sapta Oktohari menjelaskan APG harus bisa menjaga euforia olahraga yang sudah tercipta di Asian Games 2018.

Sebagai langkah awal untuk menciptakan euforia INAPGOC melakukan kirab obor ke sejumlah daerah.

Setelah diawali di Solo, Obor kemudian diterbangkan ke Ternate pada 9 September untuk dikirab yang bersamaan dengan peringata Hari Olahraga Nasional (Haornas) di kota itu.

"Kemudian di bawa keliling Indonesia, setelah Ternate pada 12 september ke Makasar, 16 September di Bali, Pontianak (19/9), Medan (23/9), Pangkal Pinang (26/9) dan Jakarta 30 September," tutur Raja Sapta Oktohari. (yns/yns)