Serbuan Tikus di Pasar Ikan Legendaris Jepang

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 12/09/2018 19:18 WIB
Serbuan Tikus di Pasar Ikan Legendaris Jepang Pengecekan ikan tuna sebelum dilelang di Pasar Tsujiki, Tokyo, Jepang. (Foto: REUTERS/Toru Hanai)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tsujiki adalah sebuah pasar di Tokyo, Jepang, yang sudah melegenda bahkan menjadi salah satu tujuan wisata. Pasar ini adalah 'surganya' para pecinta protein hewani yang berasal dari lautan.

Namun beberapa waktu lalu, pasar legendaris ini diteror oleh segerombolan binatang pengerat yang membuat aktivitasnya lumpuh.

Pasar ini rencananya akan ditutup pada bulan Oktober 2018 dan dipindah ke lokasi yang baru, tapi sekitar satu bulan sebelum agenda penutupan itu puluhan ribu tikus membuat pasar ini berubah menjadi ladang horor.


"Pada awal bulan ini, kami melihat ada sesuatu yang janggal di Pasar Tsujiki. Ternyata itu adalah gerombolan tikus yang menyerang pasar Tsujiki. Nanti sepekan setelah pasar ini dinonaktifkan, akan ada operasi besar-besar memberangus para pengerat itu," ujar seorang petugas yang menangani urusan pemusnahan tikus di pasar Tsujiki, seperti yang dikutip dari AFP pada Rabu (12/9).

Untuk menghindari migrasi tikus-tikus itu dari Tsujiki ke lokasi pasar baru, yaitu pasar Toyosu, pemerintah kota Tokyo akan menghalang jalur lalu lintas hewan pengerat tersebut, khususnya di dalam pipa pembuangan.


Selain itu, upaya yang dilakukan untuk memberangus para pengerat di pasar Tsujiki adalah memasang perangkap tikus sebanyak 40 ribu buah dan menebar racun tikus sebanyak 300 kilogram.

Tak hanya di Tsujiki, tikus-tikus itu juga sudah membuat teror di Ginza. Salah seorang pemilik bar dan restoran mengatakan invasi tikus-tikus sangatlah mengerikan.

"Kami mendengar tikus-tikus itu berasal dari sebuah gedung pertunjukan tua yang belum lama ini dirobohkan," ujarnya.

Untuk mencegah teror di Tsujiki terulang kembali di Toyosu, pemerintah kota Tokyo sudah mengantisipasinya dengan beberapa 'benteng' seperti kawasan terpadu untuk transaksi jual beli.

Bahkan nantinya di kawasan itu akan ada sensor untuk 'sesuatu' dari luar ruangan seperti debu, hingga hewan-hewan yang tidak diundang seperti serangga hingga tikus.

Pasar Tsukiji rencananya akan ditutup pada tanggal 6 Oktober 2018, para pedagang akan dipindah ke Pasar Toyosu yang akan beroperasi pada 11 Oktober 2018.


Sebagai salah satu tempat bersejarah di Tokyo, Tsukiji adalah salah satu lokasi yang hampir selalu ada dalam daftar paket wisata.

Di tempat ini, wisatawan bisa melihat 'ritual' pelelangan ikan, khsususnya ikan tuna yang bobotnya bisa mencapai 200 kilogram, hingga mencicipi daging ikan segar karena banyak restoran yang menyediakan menu makanan ikan dan produk laut.

Untuk mencicipi menyantap hidangan laut segar di Tsujiki, sebaiknya datanglah ke tempat ini setelah pukul 9 pagi.

Setelah masuk ke dalam restoran, maka wisatawan akan disediakan beragam menu sajian hewan laut dalam bahasa Jepang.

Untuk memudahkannya cukup ucapkan 'omakase' kepada pelayan retoran. Maka tidak lama, potongan ikan dari beragam jenis akan menghiasi meja.

Agar mencapai Tsukiji, wisatawan bisa menggunakan subway Toei Oedo Line dari stasiun Shinjuku Station menuju stasiun Tsukiji Shijou.

Setelah tiba di stasiun Tsukiji Shijou, lanjutkan berjalan kaki sekitar 10 menit.

Shinjuku Station menuju stasiun Tsukiji Shijou. Setelah tiba di stasiun Tsukiji Shijou, lanjutkan berjalan kaki sekitar 10 menit.

(agr/ard)