Kemenpar 'Rayu' Kamboja di Internasional Tourism Table Top

Kemenpar, CNN Indonesia | Rabu, 26/09/2018 15:55 WIB
Kemenpar 'Rayu' Kamboja di Internasional Tourism Table Top Kementerian Pariwisata (Kemenpar) siap melanjutkan langkah penetrasi wisman Kamboja melalui Internasional Tourism Table Top (ITTT). (CNN Indnesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) siap melanjutkan langkah penetrasi wisman Kamboja melalui Internasional Tourism Table Top (ITTT).

ITTT akan dilakukan di Kota Phnom Penh pada (1/10) dan Siem Reap pada (3/10) dengan tujuan memasarkan 7 Destinasi Prioritas Indonesia.

"Ini kesempatan kita untuk masuk lebih dalam ke pangsa pasar wisatawan Kamboja, sekaligus untuk meningkatkan promosi 7 Destinasi Prioritas Indonesia," ujar Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Iyung Masruroh, Rabu (26/09).


Tujuh Destinasi Prioritas Indonesia itu adalah Tanjung Kelayang (Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu dan Kota Tua (Jakarta), Bromo Tengger Semeru (Jatim), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sultra), dan Morotai (Maluku Utara).

Menurut Iyung, program ini sangat efektif karena akan mempertemukan langsung sellers Indonesia dengan buyers Kamboja. Cara ini diyakini akan menghasilkan kontak dan kontrak bisnis yang diharapkan Kemenpar.

"Target kita diikuti oleh enam sellers yang terdiri dari TA/TO dan hoteliers. Nantinya mereka akan kita pertemukan dengan 40 buyers Kamboja di Phnom Penh dan Siem Reap," kata Iyung.

Demi menguatkan cita rasa Indonesia, Iyung mengatakan ragam kesenian tradisional dan makanan khas daerah akan disuguhkan juga saat ITTT berlangsung.

"Kegiatan ini akan diset dengan kegiatan table top atau B to B. Karena kegiatan dengan format B to B jauh lebih efektif untuk mengejar target jumlah wisatawan. Selain itu, kegiatan lunch meeting juga akan menjadi andalan kita. Tentunya dengan membawa beragam kesenian tradisional Indonesia," sambung dia.

Lanjut Iyung, pemilihan Kamboja sebagai salah satu target pengenalan pariwisata Tanah Air bukan tanpa sebab. Negara dengan pemerintahan monarki itu mempunyai jumlah outbond wisatawan sebanyak 1.752.269 di tahun 2016.

Potensi itu belum digarap maksimal oleh Kemenpar, sehingga angka kunjungan wisman Kamboja masih sangat kecil yaitu 5.463 wisatawan di tahun 2016. Angka itu terkoreksi positif di tahun 2017 sebanyak 6.035 wisatawan.

"Target kita tahun 2018 dapat menarik 9.500 wisatawan Kamboja. Ini tentunya akan membantu untuk memenuhi target 17 juta wisatawan di tahun 2018," ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik kegiatan sales mission ini, karena memang fokus Kemenpar tahun ini adalah penjualan produk. Sebelumnya Kemenpar sukses dengan branding dan advertising.

"Sales mission ini sangat tepat sasaran. Kamboja dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya merupakan pasar potensial. Itu yang harus digali terus," kata Arief.

Dia juga akan selalu mendorong agar segala kesempatan dapat bekerja secara maksimal.

"Target 17 juta wisman pada 2018 bukan angka yang mustahil jika dibarengi dengan kerja keras semua pihak. Maka dari itu, kita harus optimalkan semua kesempatan," pungkas Arief. (egp/stu)