KJRI Sydney Puji Promo Digital Pariwisata Kemenpar

Kemenpar, CNN Indonesia | Selasa, 02/10/2018 22:35 WIB
KJRI Sydney Puji Promo Digital Pariwisata Kemenpar KJRI Sydney juga memberikan apresiasinya untuk Kementerian Pariwisata yang mampu menggunakan media sosial untuk promosikan pariwisatanya. (Foto: Dok Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Generasi Wonderful Indonesia (GenWI) sudah berhasil menjadi kekuatan promosi pariwisata, perdagangan dan investasi Indonesia, seperti diapresiasi Dubes RI di Wellington, New Zealand Tantowi Yahya. Kini, KJRI Sydney juga memberikan apresiasinya untuk Kementerian Pariwisata yang mampu menggunakan media sosial untuk pariwisata.

"Langkah digitalisasi yang dilakukan Kemenpar ini sangat strategis. Saya tahu, bukan hanya Indonesia yang menggunakan media sosial untuk mempromosikan keunggulan atraksi dan destinasi wisatanya. Banyak negara lain sudah gencar memanfaatkan media sosial untuk promosi, dan itu betul," kata Pensosbud KJRI Sydney Hermanus Dimara dalam keterangannya, Selasa (2/10).


Saat berpidato di hadapan Perhimpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia di Australia (PPIA), Hermanus mengatakan indonesia punya modal 76 ribu masyarakat Indonesia di Australia yang dulunya Diaspora. Namun sekarang, disebut warga Indonesia yang menetap di mancanegara.


"Banyak friends of Indonesia, pelajar sekolah international yang belajar budaya dan bahasa Indonesia. Mereka berpotensi menjadi duta-duta Indonesia di Australia," lanjut Hermanus.

Menurut data, warga Indonesia yang bermukim di Sydney sebanyak 35 ribu orang, daerah Queensland (Brisbane dan Gold Coast) mencapai 5 ribu orang, di bagian selatan mencapai 4-5 ribu orang. Hermanus mengatakan ini bisa menjadi modal besar untuk membuat pariwisata Indonesia lebih populer.

"Kalian semua, bersama masyarakat Indonesia adalah duta-duta bangsa yang bisa memviralkan potensi Wonderful Indonesia," tuturnya.

Berpeluang Nomor Satu

Staf Khusus Menpar Bidang Komunikasi dan Media Don Kardono menambahkan untuk menjadi nomor satu dunia, tidak bisa mengandalkan bulutangkis dan pencak silat saja, atau melalui sepakbola yang didominasi Jepang, Korea, China, Eropa dan Afrika, melainkan juga pariwisata.

"Di sektor pariwisata, kita sangat berpeluang besar menjadi nomor satu dunia. Kita sudah membuktikan di banyak momentum dunia, bahwa potensi SDA dan budaya kita, top dunia. Kreativitas bangsa kita juga semakin diakui dunia dan itu pintu utamanya adalah pariwisata," kata dia.

Menpar Arief Yahya mengatakan pada 2016 Wonderful Indonesia menyabet 46 penghargaan dari 22 negara. Pada 2017, sebanyak 27 penghargaan dunia dari 13 negara didapatkan, sementara  hingga September tahun ini, lebih dari 40 penghargaan dunia ada di tangan.


"Di sektor pariwisata, kita bisa menjadi nomor satu dunia," jelas Arief di berbagai kesempatan.

Berdasarkan keterangan travelandleisure.com, tiga pulau di Indonesia menduduki peringkat bergengsi dalam daftar 'Top 10 Islands in Asia 2018' versi situs wisata Travel and Leisure. Pulau itu adalah Jawa, Bali dan Lombok. 

(egp/stu)