Daging Olahan Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Tim, CNN Indonesia | Senin, 08/10/2018 16:41 WIB
Daging Olahan Tingkatkan Risiko Kanker Payudara Ilustrasi sosis (forwimuwi73/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Daging olahan mungkin nikmat disantap. Namun, penelitian baru menyebutkan bahwa daging olahan berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara, kanker yang paling banyak menggerogoti perempuan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Penelitian terbaru menunjukkan, memakan daging olahan seperti sosis, bacon, dan ham dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Daging olahan merupakan daging yang sudah melewati proses pengasapan, pengawetan, penggaraman, atau fermentasi.

Berdasarkan analisis peneliti, lebih dari 1,2 juta perempuan mengonsumsi daging olahan secara rutin berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara sebesar 9 persen.



"Tinjauan sistematis dan studi meta-analisis ini melaporkan hubungan positif yang signifikan antara konsumsi daging olahan dengan risiko kanker payudara," tulis peneliti dalam studinya, seperti dikutip dari CNN.

Namun, peneliti tidak menemukan hubungan memakan daging merah yang bukan olahan, seperti steak atau daging panggang, dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi.

Dalam studi yang dipublikasikan di International Journal of Cancer ini, peneliti menganalisis 15 studi terdahulu untuk melihat hubungan daging olahan dengan kanker payudara.

Temuan ini sekaligus menguatkan penelitian sebelumnya dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang mengategorikan daging olahan sebagai karsinogen. Mengonsumsi karsinogen dapat menyebabkan berbagai jenis kanker.


Ketua penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, Maryam Farvid, menyarankan agar para perempuan dapat mengurangi asupan daging olahan untuk mencegah kanker payudara.

"Mengurangi daging olahan tampaknya bermanfaat untuk pencegahan kanker payudara," kata Farvid. (ptj/asr)