Turis Indonesia Suka Pesan Hotel Dadakan

ANTARA, CNN Indonesia | Selasa, 09/10/2018 15:58 WIB
Turis Indonesia Suka Pesan Hotel Dadakan Sejumlah wisatawan usai berkunjung ke Pulau Rubiah tiba di Pantai Iboih, Sabang, Pulau Weh, Aceh. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Google Indonesia menemukan sejumlah karakteristik khas turis Indonesia ketika berwisata, salah satunya berkaitan dengan perilaku memesan hotel yang cenderung mendekati hari keberangkatan.

"Karena platform pemesanan mudah diakses, jadi perencanaan (liburan) pun instan," kata Manajer Industri Google Indonesia, Zulfi Rahardian, saat jumpa pers di Jakarta, seperti yang dikutip dari Antara pada Selasa (9/10).

Berdasarkan riset mereka terhadap laman pencarian 'Search' periode Juli 2017-Juli 2018, Google Indonesia menemukan 24 persen turis Indonesia memesan hotel sehari sebelumnya atau bahkan kurang dari sehari.


Kebiasaan turis Indonesia untuk pesan hotel mendadak juga berlaku saat musim liburan, 32 persen juga memesan hotel sehari sebelumnya.

Menurut Zulfi, kecenderungan ini didukung oleh penggunaan platform mobile serta perkembangan teknologi yang membuat platform pemesanan hotel bisa diakses cepat dan juga terpercaya.

"Booking hotel saat menit-menit terakhir ini karena kemudahan platform mobile," kata Zulfi.

Wakil Direktur Pemasaran Traveloka, Kurnia Rosyada, memberikan pandangan yang berbeda mengapa turis Indonesia suka pesan hotel mendadak.

Menurut dia hal itu didasari seberapa sering sang turis berkunjung ke lokasi tersebut.

"Mungkin sudah familiar dengan destinasi tersebut," kata Kurnia di acara yang sama.

Kebiasaan pesan hotel mendadak mungkin akan berubah jika turis Indonesia ingin berwiasata ke tempat yang jauh, misalnya ke luar negeri.

Khusus hal ini turis Indonesia biasanya sudah merencanakan sejak jauh hari tempat tinggal mereka selama berlibur.

Temuan Google lainnya yakni turis Indonesia menghabiskan waktu 13 hari untuk mencari hotel tempat mereka berlibur, sebelum memutuskan untuk memesan kamar.

Angka itu, menurut Zulfi, berbeda di setiap negara.

Turis Jepang misalnya membutuhkan waktu 22 hari sementara Australia 16 hari.

(ard)