"Karena platform pemesanan mudah diakses, jadi perencanaan (liburan) pun instan," kata Manajer Industri Google Indonesia, Zulfi Rahardian, saat jumpa pers di Jakarta, seperti yang dikutip dari Antara pada Selasa (9/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Zulfi, kecenderungan ini didukung oleh penggunaan platform mobile serta perkembangan teknologi yang membuat platform pemesanan hotel bisa diakses cepat dan juga terpercaya.
"Booking hotel saat menit-menit terakhir ini karena kemudahan platform mobile," kata Zulfi.
Wakil Direktur Pemasaran Traveloka, Kurnia Rosyada, memberikan pandangan yang berbeda mengapa turis Indonesia suka pesan hotel mendadak.
Menurut dia hal itu didasari seberapa sering sang turis berkunjung ke lokasi tersebut.
"Mungkin sudah familiar dengan destinasi tersebut," kata Kurnia di acara yang sama.
Kebiasaan pesan hotel mendadak mungkin akan berubah jika turis Indonesia ingin berwiasata ke tempat yang jauh, misalnya ke luar negeri.
Khusus hal ini turis Indonesia biasanya sudah merencanakan sejak jauh hari tempat tinggal mereka selama berlibur.
Temuan Google lainnya yakni turis Indonesia menghabiskan waktu 13 hari untuk mencari hotel tempat mereka berlibur, sebelum memutuskan untuk memesan kamar.
Angka itu, menurut Zulfi, berbeda di setiap negara.
Turis Jepang misalnya membutuhkan waktu 22 hari sementara Australia 16 hari.
(ard)