Tari Nagari Lan-Utama Unjuk Kebolehan di F8

Kemenpar, CNN Indonesia | Sabtu, 13/10/2018 17:15 WIB
Tari Nagari Lan-Utama Unjuk Kebolehan di F8 Tari Nagari Lan-Utama yang menjadi representasi Keraton Ngayogyakarta Hadinigrat tampil di Pantai Losari, Makassar. (Dok. Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah atraksi budaya mulai tampil di Makassar International Eight Festival and Forum 2018 atau yang lebih dikenal dengan F8. Salah satunya, Tari Nagari Lan-Utama asal Yogyakarta.

Tari Nagari Lan-Utama yang menjadi representasi Keraton Ngayogyakarta Hadinigrat itu tampil di Pantai Losari, Makassar. Apresiasi pun diberikan Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk pagelaran ini. Menurutnya festival ini selalu banyak dikunjungi pengunjung.

"Apresiasi bagi F8. Dengan kekuatan atraksinya, festival ini selalu dibanjiri banyak pengunjung. Kami ini gembira karena semua bisa berbagai kegembiraan di sana. Mereka juga bisa belajar banyak dari pesan-pesan yang disampaikan. Tetap enjoy F8," ungkap Arief dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/10).



Hal senada juga diungkap sutradara dan Penata Tari Nagari Lan-Utama Anang Wahyu Nugroho. Menurutnya pementasan tari disambut antusias pengunjung.

"Kehadiran kami sebagai bagian branding pariwisata Sleman, F8 ini luar biasa. Animo pengunjungnya sangat tinggi dan Tari Nagari Lan-Utama ini simbol kekayaan yang dimiliki wilayah Yogyakarta secara umum. Ada banyak konsep yang kami adopsi dari beragam budaya dan simbol Keraton Yogyakarta," ungkapnya.

Dia menjelaskan, pengambilan nama tarian didasarkan pada filosofi arah mata angin. Sebab, posisi Sleman berada di sisi utara dari keraton. Terlebih, utara diutamakan dalam penunjuk arah dimunculkan dalam kompas. Jadi, kata dia, posisi utara diadopsi sebagai label tarian yang dimunculkan dalam kata utama.

Selain itu, Tari Nagari Lan-Utama mengekplorasi unsur kekayaan yang dimiliki Yogyakarta. Ia mengatakan ada representasi dari unsur bumi sebagai gambaran Yogyakarta sebagai 'Nagari'. Bumi menjadi simbol kehidupan dengan visualisasi Kayon atau Gunungan Wayang. Kayon ini sekaligus menjadi pengantar show Tari Nagari Lan-Utama.

"Ada banyak simbol dari Yogyakarta yang kami ambil. Kesemuanya ini ditampilkan dalam properti dan gerakan tarian. Intinya, posisi Keraton Yogyakarta ini sebagai pancer atau pusat dari semua. Wilayah ini juga sangat kaya dan subur. Potensi alam dan budayanya sangat luar biasa," katanya.

Simbol lain yang ditampilkan adalah properti berupa dua karakter naga. Naga disimbolkan 'Sengkala Memet' atau gambaran dari tahun. Ia menjelaskan, pesan ini sebagai gambaran tahun pertama keraton berdiri. Sengkala Memet biasanya terdapat di atas Regol atau gerbang utama.


Anang lalu menambahkan, gerakan tarian secara detail menjadi rangkuman beragam kekayaan 5 kabupaten/kota di Yogyakarta.

"Kekuatan keraton disempurnakan dengan beragam gerakan tarian. Sebab, semua wilayah Yogyakarta memiliki ciri khas keseniannya masing-masing. Potensi-potensi ini juga kami tangkap sekaligus semakin memperkaya gerakan tarian," terangnya.

Untuk menguatkan warna Sleman, potensi lain juga ditampilkan. Anang mengatakan, ada Salak Pondoh dan Batik Sinom Parijotho. Tari Nagari Lan-Utama diperkuat 12 penari, 1 penata musik, dan 5 pemusik. Para penari memiliki latar belakang dari kalangan akademisi dari ISI dan UNY dan pelajar SMKI Yogyakarta serta SMA yang memiliki dasar tari.

"Mereka memiliki basic tari kuat. Namun, kami tetap berlatih selama sebulan. Kami sangat berharap, sajian ini bisa dinikmati publik F8," kata Anang lagi.

Sementara itu atraksi budaya juga diberikan dari Solok, Sumatera Barat yakni Tari Marancah. Kombinasi tari rancak dipadukan dengan alunan lagu Dendang Marancah. Aksi mereka juga mendapat apresiasi dari publik F8.

Ketua Sanggar Alang Bangkeh Art Production Solok Zulfikar Rizki Ananda menjelaskan, filosofi besar ingin disampaikan kepada publik melalui tarian ini. (mle/egp)