Keseimbangan Rasa Wine Portugal untuk Lidah Orang Indonesia

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 23/10/2018 12:31 WIB
Keseimbangan Rasa Wine Portugal untuk Lidah Orang Indonesia Wine asal Portugal dipamerkan di Wine Master Class, Nara Park, Bandung. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak terlalu sepat, tidak pula begitu asam. Begitulah keseimbangan rasa yang tercipta dari wine asal Portugal.

Nama wine asal Portugal boleh jadi kalah saing jika dibandingkan dengan wine dari Prancis, Italia, Jerman, atau Australia. Tapi soal rasa, minuman anggur satu ini tak bisa dianggap remeh.

Wine Portugal punya keunggulan rasa dan aroma yang seimbang. Rasa ini muncul dari keahlian orang Portugal dalam meracik wine.


Budaya meracik minuman anggur di Portugal telah dimulai sejak 2000 SM. Kini, Portugal menjadi negara ke-12 dengan produksi wine terbesar di dunia.


"Wine Portugal itu jarang yang punya tingkat tanin dan keasaman tinggi. Rata-rata semuanya seimbang," ujar importir wine Portugal, Direktur Varuni Panca Beverindo, Robertus J Herbiantoro dalam Wine Master Class di Nara Park, Bandung, Selasa (16/10).

Keseimbangan ini membuat rasa wine lebih mudah diterima di banyak lidah. "Wine ini cocok untuk lidah orang Indonesia yang tidak terlalu sepat dan asam," kata Robertus.

Lebih dari 250 varietas anggur lokal berpadu dengan pengalaman orang Portugis yang terbiasa meracik wine sejak ribuan tahun sebelum masehi. Tak heran jika wine Portugal punya cita rasa yang khas.

Wine Portugal.Wine Portugal. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)

Anggur-anggur itu tumbuh pada total lahan seluas 234 ribu hektare. Portugal sendiri merupakan negara dengan luas lahan anggur terbesar kedelapan di dunia dan keempat di Eropa.

Keunikan anggur ini terletak dari kondisi geografis Portugal yang strategis. Anggur di negara asal Cristiano Ronaldo ini terpengaruh dari laut Atlantik, panas Afrika, dan angin iklim kontinental.

Seperti Joya Branco White. Anggur putih yang terbuat dari campuran anggur Arinto, Sauvignon Blanc, dan Roupeiro ini menawarkan kesegaraan saat sampai di tenggorokan.


Aroma citrus langsung tercium saat wine dituang ke dalam gelas. Ketika diminum, sedikit rasa manis menciptakan kesegaran. Dengan tingkat alkohol yang rendah, anggur putih ini pas dinikmati di siang hari ketika cuaca terik.

Ada pula anggur merah Carisma yang cocok diteguk siang hari. Minuman ini diracik dari lima jenis anggur lokal campuran Carignano, Cabernet Franc, Merlet, dengan anggur internasional Syrah dan Cabernet Sauvignon. Padanan itu memberikan aroma buah berry hitam dan rasa sepat yang ringan.

Berbeda dengan Monte dan Promessas yang justru memiliki karakter cokelat yang kuat. Rasa cokelat itu muncul lantaran disimpan dalam oak selama delapan bulan.

Racikan anggur Touriga Nacional, Syrah, dan Alicante Bouschet membuat wine ini berwarna biru tua dengan struktur yang seimbang. Tanin yang cukup menyisakan rasa sepat di mulut.

Rasa yang kaya justru muncul dari wine Colossal Reserva. Wine ini memiliki karakter yang paling lengkap dengan rasa buah, tanin yang lembut, serta sedikit manis. Saat dituang, warna wine ini perlahan menggelap.

Ketika disesap, wine ini memberikan sensasi seolah terbakar dan rasa pahit di dalam mulut. Campuran empat anggur yang disimpan dalam oak di Prancis dan Amerika Serikat membuat rasa wine ini kian kompleks.

Lain lagi dengan Cigarra Gran Passo. Dengan campuran Touriga Nacional dan dua anggur internasional--Syrah dan Cabernet Saugvignon--minuman ini memiliki karakteristik wine internasional kebanyakan. Rasa pahit dan sepat dari tanin membuat wine ini tergolong kuat. (ptj/asr)