Nasib Pariwisata Florida Usai Badai Michael

Tim , CNN Indonesia | Rabu, 17/10/2018 13:38 WIB
Nasib Pariwisata Florida Usai Badai Michael Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Jonathan Bachman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badai Michael yang menerjang Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu menewaskan setidaknya 30 korban. Michael dikelompokan sebagai Badai Kategori 4 oleh Pusat Badai Nasional AS. Badai Michael dipercaya sebagai badai paling kuat yang menghampiri Amerika Serakat selama lebih dari satu abad.

Tak hanya menelan banyak korban dan merusak pemukiman warga, dengan kecepatan angin ribut mencapai 250 kilometer per jam, badai juga berhasil membawa petaka bagi pariwisata Florida.

Hamparan garis pantai sepanjang 300 mil (sekitar 482 kilometer) dari Pensacola ke Cedar Key, Florida menarik setidaknya 17 juta pengunjung setiap tahun sebelum badai menerjang.


Badai Michel juga menyapu beberapa objek wisata populer di Florida. Panama City Beach, salah satu titik populer wisatawan di Florida menjadi salah satu objek wisata yang harus menghadapi bencana pariwisata pasca badai besar.

Seperti yang dikutip dari Telegraph pada Rabu (17/10), posisi Panama City Beach berada hanya 48 kilometer dari titik jatuhnya badai.

Setelah badai diprediksi akan menyapu Florida, pihak berwenang segera mendesak evakuasi di wilayah sekitar Panama.

Akses transportasi darat dari dan ke daerah pantai yang juga dikenal dengan sebutan Florida Panhadle masih ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.

Taman Laut Gulf Word mengalami sejumlah kerusakan pada beberapa bangunan, namun semua hewan berhasil diselamatkan berkat seorang staf taman yang memilih untuk menetap.

Diperkirakan perlu waktu berbulan-bulan untuk membangkitkan pariwisata Florida.

Meski begitu, para pejabat di ibukota negara bagian Tallahassee bersikeras bahwa masih terlalu dini untuk menilai dampak keseluruhan dari bencana.

Menurutnya perlu waktu berminggu-minggu untuk menilai dampak keselurahan, namun diperkirakan dampak badai Michael akan serupa dengan Badai Andrew yang menyerang Florida pada pertengahan Agustus 1992.

Badai Andrew menimbulkan kerugian sebesar US$25 miliar (sekitar Rp379,4 triliun), dan membutuhkan waktu hampir dua tahun untuk pembangunan kembali.

Terlepas dari lumpuhnya sejumlah objek wisata, pelabuhan pelayaran Tampa yang berada 402 kilometer dari titik badai tetap beroperasi.

Badai bahkan sempat mengganggu rencana perjalanan kapal pesiar di Teluk Meksiko dan Karibia.

Namun, Carnival, dan Norwegian Cruise Line menyatakan bahwa perjalanan selanjutnya akan kembali berlayar di jalur semula. (fey/agr)