Perokok Elektrik Lebih Sukses Setop Kebiasaan Merokok

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/10/2018 13:55 WIB
Perokok Elektrik Lebih Sukses Setop Kebiasaan Merokok Ilustrasi rokok elektrik (Reuters/Artho Viando)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rokok eletrik atau lebih dikenal dengan sebutan vape seolah menjadi bukti bahwa teknologi bisa menggantikan kenikmatan tembakau. Di satu sisi, ia tetap menjadikan perokok melakukan kegiatan hand-to-mouth. Namun, di sisi lain, ada hal positif yang bisa dipetik dari penggunaan rokok elektrik.

Sebuah riset menemukan bahwa upaya berhenti merokok pada perokok elektrik punya kemungkinan berhasil lebih tinggi daripada perokok konvensional. Studi ini diinisiasi oleh pakar onkologi, Profesor David Theodore Levy bersama tim dengan mengambil sampel penelitian dari Badan Perwakilan Nasional Amerika Serikat.

"Apa yang kami temukan? Saat peredaran dan penggunaan rokok elektrik meningkat, rokok konvensional drop," kata Levy dalam diskusi media di Hotel Le Meridien, Tanahabang, Jakarta, Rabu (17/10).



Mereka yang berganti dari rokok konvensional ke rokok elektrik, kata Levy, lebih mudah berhenti merokok daripada perokok konvensional.

Para peneliti melihat peran rokok elektrik dalam upaya berhenti merokok selama tiga bulan. Mereka yang menggunakan rokok elektrik selama beberapa hari dalam sebulan ditemukan lebih sukses berhenti merokok.

Menurunkan risiko kematian dini

Levy menambahkan, penggunaan rokok elektrik juga ampuh menurunkan risiko penyakit maupun kematian dini. Hal ini dibuktikan lewat studi yang pernah dilakukannya pada 2017 lalu berjudul "Potential Deaths Averted in USA by Replacing Cigarettes with e-Cigarettes".

Riset menyebut, di antara para perokok berusia 15 tahun ke atas pada 2016 terdapat hampir 6,6 juta lebih sedikit kematian dini.

"Kami melihat risiko yang lebih rendah serta capaian kesehatan yang besar pada mereka pengguna rokok elektrik," imbuh Levy.


Dalam kesempatan yang sama, peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP), Amaliya menyebut, terdapat sekitar 400 zat berbahaya di dalam rokok konvensional seperti tar dan nikotin.

Tar dihasilkan dari proses pembakaran. Ia merupakan zat karsinogenik penyebab kanker.

Proses pembakaran itu hanya terjadi pada rokok konvensional. Sedangkan dalam rokok elektrik yang terjadi adalah penguapan cairan atau liquid.

"Rokok elektrik memang iya, mengalihkan, tetapi paparannya lebih rendah. Harm reduction," kata Amaliya.

Hanya ada empat komponen yang terdapat dalam rokok elektrik seperti propilen glikol, vegetable glycerin, nikotin, serta perasa. Namun, kadar nikotin dalam rokok elektrik dapat dikurangi atau dibuat jauh lebih rendah daripada rokok konvensional. (ptj/asr)