Implan Payudara Silikon Berisiko Tinggi Bahayakan Kesehatan

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 19/10/2018 22:58 WIB
Implan Payudara Silikon Berisiko Tinggi Bahayakan Kesehatan ilustrasi (Istockphoto/lyosha_nazarenko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Operasi pembesaran payudara dengan memasang implan silikon ternyata menunjukkan risiko yang tinggi terhadap kesehatan. Penelitian terbaru di Amerika Serikat menunjukkan wanita dengan implan payudara silikon memiliki kemungkinan masalah kesehatan dibandingkan yang tidak memasang implan. 

"Ditemukan bahwa implan payudara memiliki komplikasi umum seperti infeksi, pengembangan bekas luka, pecah, dan kebutuhan untuk operasi ulang," kata peneliti senior dari university of Texas MD Anderson Cancer Center, Mark Clemens, dikutip dari Reuters.

Penelitian yang dilaporkan dalam Annals of Surgery ini menganalisis data dari hampir 100 ribu wanita yang memperbesar payudara dengan implan silikon atau alternatif saline. Perempuan ini diikuti selama dua hingga tujuh tahun dan dianalisis selama tiga tahun.



Selama jangka pendek, wanita memiliki kemungkinan lebih tingi mengalami implan yang pecah. Hal ini terjadi pada 2,5 persen wanita dengan implan saline dan 0,5 persen wanita dengan silikon.

Dibandingkan wanita tanpa implan, wanita dengan implan silikon memiliki risiko delapan kali lebih tinggi terkena sindrom Sjogren yaitu gangguan sistem kekebalan tubuh langka yang ditandai dengan kekeringan di mata, mulut serta masalah kekebalan tubuh seperti radang sendi atau lupus.

Wanita dengan implan silikon juga memiliki risiko tujuh kali lebih tinggi terkena scleroderma, gangguan sistem kekebalan tubuh langka yang menyebabkan pengerasan dan pengencangan kulit dan jaringan ikat.


Implan silikon juga dikaitkan dengan hampir enam kali lebih tinggi berisiko rheumatoid arthritis yaitu gangguan sendi inflamasi.

Hanya saja, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai keamanan implan dalam jangka panjang. (ptj/chs)